Istana Dikepung Banjir, Cengkareng Lumpuh

Posted: 01/02/2008 in INDONESIA HARI INI

Jadwal Keberangkatan 177 Pesawat Terganggu

JAKARTA : Hujan lebat dan angin kencang kemarin (1/2) nyaris membuat ibu kota lumpuh total. Sebagian besar lalu lintas di jalan utama dan jalan tol di kota raksasa berpenduduk sekitar 10 juta itu macet total. Lalu lintas di beberapa titik banjir tak bergerak dan merayap lambat.

Jakarta juga terisolasi dari transportasi udara. Sebab, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, ditutup lebih dari lima jam (pukul 10.00-15.30). Otoritas bandara menghentikan aktivitas karena jarak pandang di bawah 300 meter. Padahal, normalnya minimal 500 meter.

Kepala Cabang (Kacab) PT Angkasa Pura (AP) II Herianto menjelaskan, karena jarak pandang 300 meter, pesawat dilarang mendarat. Ditambah kondisi landasan pacu (runway) yang tergenang air hujan hingga setinggi 15 sentimeter. “Itu riskan untuk pendaratan pesawat,” tegasnya.

Akibatnya, 177 pesawat mengalami perubahan jadwal. Rinciannya, keberangkatan 92 penerbangan tertunda dan 85 pesawat yang menuju Jakarta terpaksa dialihkan ke bandara lain atau ditunda keberangkatannya. Saat dibuka, lalu lintas pesawat menjadi sangat padat. Beberapa keberangkatan tertunda hingga malam.

Menurut laporan hingga pukul 21.00 tadi malam, jalan tol menuju Bandara Km 23-Km 27 masih terendam. Ketinggian air di perkirakan mencapai 50 cm. Hanya mobil besar yang bisa lewat. Jalan menuju bandara lumpuh.

Banjir kemarin sama dahsyatnya dengan banjir pada 2002 dan 2007. Ketiga peristiwa itu sama-sama terjadi pada awal Februari. Setidaknya, hal itu dilihat dari ketinggian air yang mencapai 20-50 cm di jalan protokol seperti Jl Thamrin.

Di etalase Jakarta itu, terjadi kemacetan total. Bahkan, rombongan Presiden SBY yang akan menuju Istana Merdeka terjebak di jalan utama tersebut. Presiden terpaksa berganti mobil saat tiba. (Berita presiden terjebak banjir, baca : …….. di halaman ini).

Genangan air juga mengepung istana. Di Jalan Merdeka Utara, lokasi Istana Merdeka itu, ketinggian air mencapai 50 cm. Sebagian air tersebut berasal dari air yang dipompa dari dalam istana. Akibat angin kencang, pohon tanjung di halaman Istana Negara tumbang.

Akses menuju Istana Wapres juga banjir. Ketinggian air di Jalan Merdeka Selatan mencapai 50 cm. Di jalan tersebut, selain Istana Wapres, ada balai kota dan Kedubes AS.

Hujan lebat seharian itu membuat sejumlah perumahan di Jakarta juga terendam atau terisolasi karena digenangi air hingga satu meter. Banyak mobil dan motor yang nekat menerobos, sehingga mesin kendaraan mati.

Berdasar pantauan koran ini, jalan putus terjadi di Jalan Kebayoran Lama sepanjang 100 meter dengan ketinggian air 60 cm, Pal Merah (300 meter, setinggi 50 cm), serta Slipi (100 meter, setinggi 40 cm).

Jalan terputus juga terjadi mulai depan kantor Bank Indonesia hingga perempatan Jalan Sudirman yang tergenang air setinggi 40 cm. Tak sedikit yang memilih berputar arah lantaran luapan air dari anak sungai di sekitar jalan utama itu sangat deras. Begitu pula di Jalan Budi Kemulyaan, mulai depan kantor KPUD hingga Bundaran Indosat. Ketinggian air mencapai 50 cm. Genangan juga terjadi di pertigaan depan Istana Merdeka dari arah Jalan Merdeka Barat setinggi 30 cm.

Selain itu, di sepanjang Jalan Lapangan Banteng Utara hingga depan Hotel Borobudur, tinggi genangan mencapai 30 cm. Genangan terus berlanjut sepanjang ruas jalan depan Stasiun Gambir hingga Tugu Tani. Untuk ruas jalan itu, hanya separo bagian timur yang tergenang. Akibatnya, banyak kendaraan yang melintas memilih lajur kanan.

Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di depan kantor sekretariat negara. Namun, petugas Dinas Pertamanan dengan sigap datang ke lokasi dan langsung memotong batang pohon yang roboh, kemudian diangkut menggunakan truk. Tumbangnya pohon itu tidak sampai menimbulkan kemacetan panjang.

Aliran listrik di sejumlah kawasan juga padam sejak pukul 12.00. Misalnya, di Petamburan, Jakarta Pusat. Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Jaya Azwar Lubis membantah telah terjadi pemadaman listrik. “Sejauh ini belum ada pemadaman listrik. Tapi, itu bergantung situasi dan kondisi. Jika terpaksa, pemadaman menunggu perintah dari APD (area pengatur distribusi),” ungkapnya.

Gubernur DKI Fauzi Bowo menjelaskan, banyaknya ruas jalan yang tergenang itu disebabkan buruknya drainase. Banyak selokan yang mampet. Misalnya, di Jalan Sudirman-Thamrin. Di ruas jalan tersibuk tersebut, praktis drainase tidak berfungsi optimal. Sebab, pembangunan yang dilakukan kontraktor belum sempurna. Termasuk di Kwitang, Cempaka Putih, serta depan kantor LPPM. “Saya sudah memerintahkan agar kontraktor dipanggil. Pekerjaan kok begitu buruk,” katanya kesal saat ditemui di balai kota kemarin.

Menurut Manajer Krisis Center Heru Joko Santoso, genangan akibat hujan deras kemarin hampir merata terjadi di lima wilayah DKI. Hingga sore, ada sekitar 34 kelurahan di 15 kecamatan se-DKI yang terkena banjir. Misalnya, di Jakarta Pusat, banjir terjadi di 11 kelurahan di empat kecamatan. Di antaranya, banjir di Cempaka Putih dengan ketinggian 15-30 cm.

Genangan tertinggi terjadi di Petamburan RT 05-08/RW 01 yang mencapai 80 cm; RT 06, 08, 09/RW 02 (80 cm); RT 04-09/RW 03 (100 cm); RT 007, 010, 011, 014/RW 04 (70 cm); RT 009, 010, 018/RW 05 (50 cm); serta depan kelurahan Petamburan (100 cm).

Di daerah Kemayoran, ketinggian air mencapai 50 cm, Kebon Kosong (30 cm), Sumur Batu (40 cm), Serdang (70 cm), Harapan Mulya (50 cm), Cempaka Baru (40 cm), Gunung Sahari Selatan (30 cm), dan Gambir sekitar Istana Wapres (5 cm).

Sementara itu, di Jakarta Barat, banjir menggenangi tujuh kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Grogol (40 cm), daerah Tanjung Duren Sawit (20-50 cm), Jati Pulo-Palmerah (40 cm), Kota Bambu Utara (25-50 cm), kawasan Cengkareng (40 cm), serta Kebon Jeruk Jl Raya Srengseng (30 cm).

Heru mengungkapkan, untuk kawasan Jakarta Selatan, banjir melanda dua titik. Yakni, di Petogogan, Kebayoran Baru, banjir terjadi di RT 001-010/RW 01. Selain itu, banjir melanda kawasan Gunung RW 08 Jl Hang Lekiu setinggi 20 cm.

Untuk Jakarta Timur, ada satu kelurahan yang tergenang. Yakni di Rambutan, Ciracas, setinggi 20-60 cm.

Yang lebih merata, banjir terjadi di Jakarta Utara. Ada 15 kelurahan di lima kecamatan. Misalnya, di Penjaringan (30 cm), Penjagalan (50 cm), Kapuk Muara di empat titik (30 cm), dan Pluit (40 cm). Di Cilincing, banjir terjadi di Marunda, Rorotan, Sukapura (15 cm). Di Pademangan Barat, ketinggian air mencapai 40 cm, Pademangan Timur (15 cm), Kelapa Gading Barat (40 cm), Pegangsaan II (40 cm), dan kawasan Lagoa, Koja (20 cm).

Heru mengungkapkan, hingga kemarin sore, ketinggian air di Pintu Air Manggarai mencapai 825 cm, 120 cm, Katulampa (80 cm), Karet (678 cm), Pesanggrahan (135 cm), Pulogadung (735 cm), dan Pasar Ikan (113 cm). “Untuk titik-titik rawan, sudah disiapkan perahu karet, ambulans, serta bantuan obat-obatan,” ungkapnya.

Dua Korban Tewas

Derasnya aliran air sungai di Jakarta telah menelan dua korban jiwa. Seorang bocah berusia tiga tahun bernama Pandi, warga Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, terseret arus Kali Hankam, Kembangan.

Petugas TMC Polda Metro Jaya Aiptu Tarwono menjelaskan, sebelum kejadian, Pandi diketahui sedang bermain di pinggir sungai bersama kakaknya. Mendadak kaki Pandi terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Dia sempat timbul tenggelam, sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.

Sementara itu, pada saat yang sama, warga di pinggiran Kali Pesanggrahan, RT 10/004, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta Barat, dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan yang mengambang. Diduga, korban tenggelam setelah diterjang air bah pada dini hari kemarin. (wir/aak/eos/din/eos/jpnn/tof)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s