Mentan Canangkan Gerunwah di Sarolangun

Posted: 01/02/2008 in KABA KAMPUNG KITO

SAROLANGUN : Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengajak kalangan pemerintah daerah untuk mengupayakan swasembada pangan di wilayah masing-masing.

Marilah kita sama-sama berupaya mencukupi kebutuhan pangan dengan kemampuan produksi sendiri,” katanya. Berbicara dalam Pencanangan Aksi Gerakan Turun ke Sawah (Gerunwah) di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Sabtu (26/1), Mentan menegaskan ketergantungan kepada daerah atau negara lain dalam mencukupi kebutuhan pangan berakibat tidak baik. Anton memberi contoh bahwa lonjakan harga kedelai impor telah menimbulkan hiruk pikuk dan kepanikan banyak kalangan. ”Sekarang orang atau pihak yang tidak mengerti duduk perkaranya saja ikut-ikutan beteriak. Seolah negara dan bangsa ini mau kiamat karena kedelai dan tempe-tahu mahal.”

Kondisi perkedelaian, jelas Mentan, tak akan seburuk seperti sekarang seandainya kita pandai menghargai produk sendiri. Ketika kedelai local berlimpah, pengusaha industri tempe-tahu justru berpaling kepada kedelai impor. Kedelai dipandang sebelah mata dan dihargai amat rendah. Akibatnya petani kedelai tidak termotivasi untuk menambah kapasitas produksinya.

Dengan harga yang baik seperti sekarang, Mentan berharap petani bisa lebih bergairah menanam kedelai. Mentan menyeru para petani untuk memamfaatkan segala potensi yang ada, termasuk lahan-lahan tidur dan setengah tidur, yang selama ini tidak oyimal dikelola Harga yang baik jelas akan menambah penghasilan petani. Dengan begitu, tambah Mentan, kesejahteraan petani juga bisa meningkat.

Dalam kaitan ini, Mentan amat mendukung setiap upaya Pemda untuk berswasembada pangan. “Aksi Gerunwah yang dipelopori Kabupaten Sarolangun di Provinsi Jambi patut dijadikan contoh. Semoga aksi semacam ini juga bergelola di daerah-daerah lain di seluruh Indonesia.”

Disaksikan ribuan petani, Mentan Anton Apriyantono, bersama Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin dan Bupati Sarolangun Hasan basri Agus, melakukan tanam padi perdana di lahan tadah hujan Sarolangun. Mars Gerunwah 2008 ikut mengiringi aksi yang melibatkan ratusan petani setempat.

Kabupaten Sarolangun memiliki lahan seluas 6.174 km2 Sebagian besar merupakan lahan perkebunan. Sekitar 20000 ha merupakan lahan sawah.”Dari potensi sawah yang ada selama ini baru dimanfaatkan sekitar 30% saja,” ucap Bupati hasan Basri.

Dengan visi menuju Sarolanun Emas (ekonomi maju, aman, adil dan sejahtera), Gerunwah, menurut Hasan basri, bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk meningkatkan semangat gotong royong guna mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan tidak melakukan alih fungsi lahan sawah; meningkatkan produksi dan produktfitas padi sawah dengan pengembangan teknologi ramah lingkungan; memantapkan koordinasi dan sinkronisasi perangkat daerah untuk mensukseskan revitalisasi pertanian; serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta ketersediaan dan kecukupan beras di Kabupaten Sarolangun.

Pada kesempatan ini, Mentan dan Gubernur Jambi juga menyampaikan bantuan berupa cangkul, handtracttor, sapi, benih padi dan benih karet kepada para utusan kelompok tani. Dari lokasi gerunwah, Mentan dan rombongan kemudian bergerak ke Ponpes Ah-Hidayah untuk melakukan penanaman salak, karet dan menebar benih ikan patin di danau buatan milik pesantren. (deptan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s