Pemkab Sarolangun Bantu Pendidikan Orang Rimba

Posted: 01/02/2008 in KABA KAMPUNG KITO

Komunitas Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas Jambi, masih tergolong suku asli yang terpinggirkan. Ini ditandai dengan akses pelayanan publik, seperti pendidikan, kesehatan dan pemberdayaam ekonomi yang merupakan hak setiap waga negara masih belum dapat dinikmati oleh Orang Rimba. Pendidikan misalnya, yang didapatkan Orang Rimba masih sebatas pendidikan alternatif yang dikembangkan KKI Warsi. Namun untuk ke depan pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi Orang Rimba akan mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Sarolangun.

Hal ini terlihat dari komitmen Pemkab Sarolangun yang tertuang dalam Momerandum of Understansing (MoU) tentang Program Pemberdayaan dan fasilitasi Orang Rimba di Taman Nasional Bukit Dua Belas wilayah Sarolangun, yang ditandatangani Bupati Sarolangun Hasan Basri Agus dengan Direktur Eksekutif KKI Warsi. “Kita membuat MoU dengan Warsi sebagai bentuk kegiatan untuk membina Suku Anak Dalam yang ada di Bukit Dua Belas, khususnya Sarolangun,”kata Hasan Basri Agus sewaktu penandatanganan MoU yang dilakukan di Desa Bukit Suban Kecamatan Air Hitam, bertepatan dengan aksi serentak penanaman pohon (28/11).

Lebih lanjut Bupati menyebutkan bahwa untuk menindaklanjuti MoU ini akan dilanjutkan dengan adanya Momerandum of Agreement yang akan melibatkan semua pihak untuk mendukung terwujudnya kesepakatan tersebut. Sementara Direktur Eksekutif KKI Warsi Rakhmat Hidayat menjelaskan bahwa MoU ini sebagai bentuk pembagian peran antara pemerintah dengan LSM. “Kita berupaya membantu pemerintah untuk pengembangan konsep pembangunan ekonomi masyarakat yang langsung dari aspirasi masyarakat bukan lagi model pengambangan perekonomian yang top down,”Kata Rakhmat.

Dalam MoU ini, bertujuan untuk memberikan dukungan pada pengembangan kehidupan Orang Rimba khususnya dalam mendapatkan hak-hak dasar seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi dan kehidupan yang layak. “Pemerintah Kabupaten Sarolangun, akan membantu pendidikan untuk Orang Rimba dan mengembangkan lagi model pendidikan alternatif yang selama ini telah diberikan KKI Warsi kepada Orang Rimba,”kata Rakhmat.

Bentuknya menurut Rakhmat, dalam aspek pendidikan, Pemkab Sarolangun akan menyediakan tenaga guru untuk mengajar Orang Rimba. Untuk kesehatan Pemkab juga akan menyediakan tenaga medis yang akan melayani pengobatan Orang Rimba. Pemkab juga akan mengembangkan sarana fisik berupa bagunan yang bersifat multifungsi, untuk pendidikan, kesehatan dan juga sarana pengembangan ekonomi. Pemkab Sarolangun juga akan mengiikutsertakan Orang Rimba pada program pembangunan di Pemerintah. “Semoga kerjasama ini, dapat meningkatkan taraf hidup Orang Rimba,”sebut Rakhmat. (warsi)

Comments
  1. badar says:

    sebenarnya pemerintah belum bisa maksimal.
    dalam mengurus warganya.
    kapan tuh pemerintah bisa maksimal dalam tugasnya
    jangan hanya bisa menuntut saja …

  2. evi paramita says:

    aku sebagai masyarakat sarolangun ingin sekali memajukan sarolangun terutama singkut……….
    pa lagi pa tu sekolah,pa pentingnya pendidikan mereka hanya mengenal hukum rimba…..
    jadi,tolong pemerintah setempat dapat memajukan anak suku dalam karena anak suku dalam juga termasuk warga sarolangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s