PDRB Jambi Meningkat

Posted: 18/02/2008 in BERITA PROVINSI

Batubara di Sarolangun, Bungo, Tebo dan Batanghari Sumbang 4,8 Persen

JAMBI: Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jambi 2007 meningkat 6,6 persen dibanding 2006. Ini didukung semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi pada perdagangan, hotel dan restoran sebesar 9,4 persen.

Perekonomian Provinsi Jambi diukur berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada 2007 yang mencapai Rp29.652,45 miliar. “Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 pada 2007 adalah Rp14,247,42 miliar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jambi, Budi Purwadi, Senin (18/2).

Sumber pertumbuhan utama PDRB 2007 berada pada sektor perdagangan, hotel dan restoran sebesar 1,6 persen, pertanian 1,4 persen, dan industri pengelolaan 1,1 persen, serta pertumbuhan terkecil pada keuangan, persewaan dan jasa perusahaan 4 persen.

Dilihat dari sisi penggunaan PDRB Provinsi Jambi, sebagian besar masih digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga yaitu 65,3 persen.

Sementara triwulan IV 2007, PDRB Jambi tumbuh 1,5 persen dari triwulan sebelumnya dan pertumbuhan terjadi hampir pada semua sektor ekonomi dengan laju pertumbuhan tertinggi pada industri pengolahan 3,9 persen. Sedangkan laju pertumbuhan terkecil pertambangan dan penggalian -1,1 persen.

Pertumbuhan PDRB triwulan IV terjadi hampir pada semua sektor atau lapangan usaha yang menjadi komponen penyusun PDRB. Hal itu menggambarkan kinerja, perekonomian Jambi yang cukup dinamis dan berkembang.

Pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan 2007 melambat dari triwulan sebelumnya. Dengan laju pertumbuhan 1,1 persen seperti halnya triwulan sebelumnya juga 1,1 persen.

Triwulan IV ini masih didukung sub sektor perternakan dan hasilnya tumbuh sebesar 3,7 persen dan sub sektor perikanan tumbuh 1,4 persen, dan sektor perkebunan naik 1,1 persen. Sub sektor tanaman bahan makanan dan sub sektor kehutanan masing-masing naik 0,7 persen.

Turunnya sektor pertambangan dan penggalian -1,1 persen, karena turunnya sumbangan dari pertambangan minyak dan gas bumi. Sedang sektor pertambangan non migas cukup tinggi 4,8 persen, yang disebabkan maraknya penambangan batu bara di Kab, Bungo, Tebo, Sarolangun dan Batanghari. (antara)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s