Basyari Resmi Pimpin Lembaga Adat Sarolangun

Posted: 20/02/2008 in KABA KAMPUNG KITO

Sarolangun- Ketua Lembaga Adat Melayu Provinsi Jambi H Hasip Kalimuddin Syam, kemarin (10/9) secara resmi mengukuhkan pengurus Lembaga Adat Melayu Kabupaten Sarolangun. Para pengurus Lembaga Adat Melayu Sarolangun yang diketuai Ir M Basyari yang juga Sekda Sarolangun itu ditandai dengan pemberian sebilah keris yang disandang oleh M Basyari. Para pengurus yang dilantik tersebut dengan pakaian bercirikhas melayu yang serba hijau-hijau di Sekretariat Lembaga Adat Kabupaten Sarolangun di Desa Bernai, Sarolangun.

Hadir juga Bupati Sarolangun H Hasan Basri Agus yang sekaligus sebagai penasehat Lembaga Adat Sarolangun dan sejumlah undangan lainnya dari berbagai pelosok desa dalam Kabupaten Sarolangun. Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat itu, H Hasip Kalimuddin Syam, gelar Adipati Mangkunegoro berpesan agar pengurus yang dilantik dapat menghidupkan lembaga adat hingga ke desa-desa.

Selain itu, pengurus lembaga adat juga hendaknya dapat memperhatikan pendidikan, baik pendidikan umum maupun pendidikan agama. Karena, adat bersendikan syara` dan syara` bersendikan kitabullah. Artinya, pendidikan sangat diutamakan dan sangat penting untuk kemajuan di masa mendatang.

“Kita harapkan anak-anak kita, selain pada pagi hari sekolah di SD dan sorenya mengaji di madrasah. Kita harus kompak dan jangan ada melihat anak-anak bermain di sore hari dan di malam hari,” pesan mantan Wakil Gubernur Jambi itu.

Sehingga nantinya, lanjut Ketua DPW PKB Provinsi Jambi itu, tidak ada lagi terdengar madrasah kosong dan masjid kosong antara salat magrib dan isya. Karena seperti di luar negeri Amerika dan Jepang, perkembangan Islam sangat pesat. Sedangkan Indonesia negara yang mayoritas Islam malah merosot.

Selain itu Hasip juga menyinggung mengenai masih banyaknya korban narkoba di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Jambi. Yakni untuk saat ini ada 450 orang korban narkoba yang dirawat di RSJ Jambi. “Pengurus lembaga adat juga harus sama-sama menjaga supaya jangan anak-anak atau generasi muda kenal dengan barang haram dan terlarang itu. Bayangkan untuk biaya pengobatan bagi korban narkoba mencapai Rp 12 juta/bulan dan dana yang besar itu belum menjamin sembuh total,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Sarolangun H Hasan Basri Agus dalam sambutannya juga berpesan kepada para pengurus lembaga adat Kabupaten Sarolangun untuk bersatu padu memajukan Kabupaten Sarolangun ke depan. Disebutnya, Pemkab Sarolangun telah memulai untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Selain memberikan pendidikan gratis, untuk tahun ini sebanyak 5 orang melanjukan kuliah Strata Tiga (S3) dan 20 orang strata dua (S2). “Tak mungkin kita maju tanpa pendidikan. Dan juga tahun ini diharapkan semua guru SD berpendidikan Strata Satu (S1),” ungkap Bupati Sarolangun.(jambiekspres)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s