Enam Ponpes Dapat Jadup dari Pemerintah Pusat

Posted: 20/02/2008 in KABA KAMPUNG KITO

SAROLANGUN: Anggapan yang mengatakan pemerintah melupakan Ponpes benar-benar terbantahkan. Sejak tahun anggaran 2003, Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Jambi sudah mengucurkan bantuan subsidi BBM untuk jatah hidup (Jadup) santri di enam Pondok Pesantren (ponpes) yang ada di Kabupaten Sarolangun. Jumlah Jadup yang diberikan perhari Rp 2.300 dan dibayar melalui rekening Ponpes selama satu tahun.

“Pada tahun 2007 ada 6 Ponpes yang menerima Jadup. Keseluruhan dananya berjumlah Rp 151.110.000,” kata Kabid Bin Kessos Dinas Kessos Kesbanglinmas, Agus Anhar, kepada Sarolangun Ekspres baru-baru ini.

Dikatakannya, Setiap tahun ada penambahan Ponpes yang mendapat jadup.”Dari tiga Ponpes bertambah menjadi enam Ponpes yang menerimanya saat ini,” ungkapnya.

Enam Ponpes yang menerima Jadup tersebut adalah YP Isman, Desa Lubuk Sepuh dengan 35 siswa dengan dana Rp 29.382.500. Al Hidayah 25 siswa dengan dana Rp 20.987.500, Al Falah Sarolangun 20 orang dengan dana Rp 16.790.000, Nidaul Quran, Desa Tanjung 40 siswa dengan dana Rp 33.580.000, Sabilil Muttaqin 20 siswa dengan dana Rp 16.790.000 dan Ponpes Al Manar Desa Karang Mendapo, Pauh 40 siswa dengan dana Rp 33.580.000.

Memang tidak semua pesantren yang mendapatkan Jadup. Karena seleksi yang ketat dilakukan pihak Provinsi. Ada beberapa kriteria diantaranya Ponpes tersebut berbadan hukum dengan menunjukkan akta notaris pendirian.

“Dalam akta notaris tersebut harus dicantumkan penanganan anak tidak mampu dan anak (santri) harus mondok (tinggal di areal Ponpes),”papar Agus.

Di tahun 2008 ini menurutnya, ada dua penambahan Ponpes yang menerima Jadup. Karena telah memenuhi criteria yang dipinta pihak Provinsi, yakni Ponpes Salaful Muhajirin di Kecamatan Singkut dan An Nadwah di Desa Tanjung Rambai.

Grafik peningkatan perolehan Jadup dari tahun ke tahun di Kabupaten Sarolangun, kata Agus, terjadi peningkatan. Di tahun 2003 dan 2004 hanya tiga Ponpes yang menerima Jadup. Yakni Al Manar, Nidaul Quran dan YP Isman. Tahun 2005 ada lima Ponpes, yakni Al Manar, Nidaul Quran, YP Isman, dan Al Falah. Dan, pada tahun 2006 dapat diperjuangkan penambahan yakni Sabilul Muttaqin. Selanjutnya dana tersebut ditransfer ke rekening masing-masing Ponpes via Pos Giro setempat.

Dalam kesempatan itu Dinas Kesbanglinmas dan Kessos membantah bahwa adanya laporan dari Pesantren tidak ada bantuan yang diterima. Bahkan dijelaskan Dinas Kesbanglinmas, salah satu Ponpes yaitu Ponpes Al Hidayah selain menerima Jadup, juga memperoleh bantuan dana Dekosentrasi dari Depertemen Sosial untuk usaha ekonomi produktif berupa barang sembako serta beras sebanyak 3700 Kg. (jambiekspres)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s