Mess Jambi Rugikan Negara Rp 5 Miliar

Posted: 20/02/2008 in BERITA PROVINSI

JAMBI : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi dua nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor Perwakilan Jambi (Mess Jambi) di Jalan Cidurian No 17, Jakarta Pusat. Kedua tersangka yang telah ditetapkan tersebut berinisial SL dan CS.

‘’Dari hasil penyelidikan dan arah penyidikan, kami menyimpulkan tersangkanya berinsial SL dan CS ,” tegas Edy Wahyu, Koordinator Tim KPK kepada wartawan di Ruang Rupatama Polda Jambi.

KPK, kata Edy, telah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan sejak Rabu (30/01) lalu. Peningkatan status hukum itu merupakan hasil evaluasi penyelidikan yang dilakukan pimpinan. Selain menaikkan status penyidikan juga menetapkan dua tersangka dalam kasus ini.

Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, pihaknya memiliki alat bukti yang cukup kuat sehingga proses penyelidikan Mess Jambi naik menjadi tahap penyidikan. Selain itu, dari keterangan saksi yang diperiksa untuk sementara mengarah kepada kedua tersangka. ‘’Sementara ini tersangkanya masih dua orang, namun tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain karena penyidikan masih terus berjalan,’’jelasnya.

Lantas, kapan pemeriksaan terhadap kedua tersangka dilakukan? Edy Wahyu menyatakan untuk sementara belum akan dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka.

Sedangkan untuk pemeriksaan Sudiro, KPK kata Edy, masih menunggu izin dari Mahkamah Agung. ‘’Suratnya sudah dikirim. Mudah-mudahan dengan pemberitaan di media izinnya cepat keluar,” ujarnya bercanda seraya menyatakan jika izin tersebut keluar, rencananya Sudiro akan diperiksa di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi.

Dari catatan Koran ini, dari sejumlah saksi yang telah diperiksa, inisial SL identik dengan Sudiro Lesmana, kontraktor pelaksana proyek pembangunan mess Jambi. Sementara, CS inisial dari Chalik Saleh, Sekda Provinsi Jambi yang merupakan pengguna anggaran dalam proyek ini.

Sejauh ini tim KPK baru memeriksa 16 dari 20 saksi yang rencananya akan diperiksa. “Kita menargetkan dalam Minggu ini pemeriksaan saksi selesai semua. Apabila belum selesai maka akan kita lanjutkan kembali pemeriksaan,” ungkapnya.

Lantas, kapan Gubernur Jambi, Zulkifli Nurdin diperiksa? Edy menyebutkan akan dilakukan setelah semua saksi diperiksa.

Dijelaskan, dalam penyelidikan dan penyidikan, ditemukan indikasi kerugian negara sebesar Rp 5 miliar. Dari proyek pembangunan Mess yang menghabiskan dana Rp 32 miliar tersebut. “Setelah kita hitung kerugiannya lebih kurang Rp 5 miliar. Kerugian tersebut berasal adanya mark-up dan kurangnya pekerjaannya,’’ katanya.

Dari data hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang diperoleh koran ini, dugaan penyimpangan antara lain terdapat pada kekurangan pekerjaan sebesar Rp 834.461.950,5 dari total nilai kontrak. Dan terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp 84.934.691,41 kepada rekanan. Pada pekerjaan aksesoris, juga terdapat dugaan kelebihan pembayaran sebesar Rp 230.750.180. Hal lain, ada ketidak wajaran harga dalam pengadaan barang elektronik sebesar Rp 234.340.000.

Disamping itu, rehab gedung perwakilan yang tidak sesuai kontrak mencapai Rp 1.191.001.661,41. Selain itu, terdapat ketinggian harga sebesar Rp 234.340.000. Pengerjaan pembangunan perwakilan ini sendiri dilakukan berdasarkan MoU tanggal 9 Desember 2003 dengan nomor 634/XII/2003 dengan PT Cipta Pesona Usaha.

Pengerjaan ini dilakukan penunjukan langsung yang diketuai M Fauzi SE . Pekerjaan dilakukan dengan dua Surat Perintah Kerja (SPK) yakni, SPK No.223.A/BP-III/III/2004 tanggal 10 Maret 2004 dengan nilai Rp. 19.975.000.000 dan SPK No. 223.B/BP-III/III/2004 tanggal 8 Oktober 2004 dengan nilai Rp 12.464.089.000.

Lagi, Empat Saksi Diperiksa
Sementara itu, Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin (04/02) kemarin, kembali memeriksa lima saksi dari Pejabat Pemprov Jambi terkait kasus mess Jambi.

Para saksi tersebut diperiksa tim KPK di Ruang Rupatama Polda Jambi, sejak pukul 09.00 hingga pukul 19.00 WIB. Empat saksi tersebut, adalah M Yusuf, Pengawas Lapangan, Akmal Thaib (Kepala Biro Perlengkapan), A Rahman, Erman, Kabag Pengkreditan Bank Pembangunan Daerah Jambi ( Sekarang Bank Jambi-red) dan Hardani Rusli Direktur Utama Bank Jambi.

M Yusuf ketika dikonfirmasi koran ini usai pemeriksaan, mengaku ditanya mengenai penyelusuran laporan proyek pembangunan Mes Jambi. Ia ditanyai sekitar 25 pertanyaan.

Sementara Hardani Rusli datang ke Ruang Rupatama Jambi pukul 16.00 WIB dan keluar pukul 17.00 WIB. Ditanya mengenai keuntungan yang diperoleh BPD Jambi dengan proyek tersebu, Hardani mengaku pihaknya hanya memperoleh provisi sebesar satu persen dari plafon kredit. ” Itu sudah menjadi ketentuan perbankan,” jelasnya.

Namun, ia tidak mau menyebutkan plafon kreditnya. Namun, yang jelas menurutnya pencairan dana tersebut berlangsung sekitar tahun 2004. “Saya tidak ingat lagi,” katanya.

Koordinator Tim KPK Edy Wahyu kepada koran ini menyampaikan, Sabtu (02/02) kemarin pihaknya juga telah memeriksa enam saksi di ruang Rupatama Polda Jambi. Enam saksi yang diperiksa mulai pukul 09 .00 hingga pukul 16.30 WIB tersebut adalah, AD Sayuti Anggota DPRD Provinsi Jambi 1999-2004 (sekarang masih aktif), Ambiar Usman Asisten I Kota Jambi, Hariatia Ambiar mantan anggota dewan Provinsi 1999-2004 sekarang Ketua DPD Golkar Sarolangun, Rudi selaku pengelola teknis dan Hardani Rusli Ketua Bank Jambi (Dulu-BPD Jambi).

Ketika ditanya koran ini diperiksanya AD Sayuti terkait dengan menerima uang Rp 400 juta dari Sudiro, Edy membenarkan hal tersebut.” Dari keterangan saksi yang diperoleh terkait hal itu. Lebih lengkap anda tanya langsung dengan dirinya,” kata Edy.

Sementara mengenai Hariatia dan Ambiar Usman, Edy menjelaskan, Hariatia diperiksa sebagai saksi mengenai campur tangan mereka memperkenalkan Sudiro kepada Chalik Saleh. (jambiekspres)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s