Tak Ada Hutan Lindung, Pasaman Terkaya di Sumbar

Posted: 21/02/2008 in BERITAKU

Kamis, 14 Februari 2008
PADANG: Memasuki 2,5 tahun kepemimpinan pasangan Bupati Yusuf Lubis dan Wakil Bupati Hamdy Burhan, Kabupaten Pasaman yang selama ini dikenal sebagai daerah tertinggal dan termiskin kedua di Sumbar secara perlahan, mampu bergerak ke arah lebih baik. Di tengah beragam keterbatasan, Yusuf-Hamdy berhasil mendongkrak APBD yang pada awal kepemimpinan mereka (2005) hanya Rp165 miliar, saat ini meningkat menjadi Rp470 miliar.

Pembangunan fisik dan non fisik digerakkan sesuai visi dan misi daerah dengan mengedepankan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Bahkan, tahun ini sebesar 17 persen APBD dialokasi ke sektor pendidikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan sekolah hingga bertaraf internasional. Di sektor kesehatan, Pemkab akan meningkatkan status RSUD Pasaman dengan upaya menambah dokter-dokter spesialis sehingga layanan kesehatan bagi masyarakat menjadi lebih lengkap di Rumah Sakit ini. Sekarang baru tersedia dua dari lima dokter spesialis yang dibutuhkan.

“Untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat di RSUD Pasaman, kita sudah cari dokter spesialis yang mau bertugas di RSUD Pasaman. Bagi mereka kita siapkan rumah, mobil dan honor Rp10 juta per bulan,” ungkap Yusuf Lubis saat berdikusi dengan jajaran redaksi Padang Ekspres di Carano Room Padek, kemarin. Khusus di sektor pertambangan, Pasaman yang memiliki luas wilayah sekitar 5000 kilo meter persegi, tidak bisa maksimal menggarap potensi terpendam seperti bijih besi, batubara, emas dan timah hitam, karena 82 persen kawasannya berada di dalam hutan lindung.

Upaya membebaskan sebagian kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi serta dengan sistem pinjam pakai khusus sudah dilakukan dengan menemui Gubernur dan DPRD Sumbar hingga Komisi IV DPR dan Menteri Kehutanan. Namun upaya tersebut sampai saat ini belum ditindaklanjuti pihak-pihak berkompeten tersebut. Sekarang, upaya yang dilakukan Pemkab dan DPRD Pasaman yakni mengubah RTRW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) Kabupaten Pasaman. “Apalagi Undang Undang mengatur maksimal luas hutan lindung hanya 40 persen. Apabila potensi pertambangan yang sangat besar itu digarap, kami yakin Pasaman yang selama ini dikenal miskin dan tertinggal, berubah menjadi daerah terkaya di Sumbar,” ungkap Yusuf Lubis.

Menurut Yusuf, saat ini ada sekitar 42 investor yang berminat melakukan eksploitasi potensi itu. Dari total investor tersebut, sekarang yang sudah eksploitasi baru 2 investor, sisanya dalam proses penyelidikan dan ekplorasi serta menunggu pembebasan hutan lindung. “Dari data yang disampaikan investor yang sudah melakukan penyelidikan dan eksplorasi, untuk bijih besi di Binjai Pasaman saja terdapat potensi sebanyak 38 juta ton yang diperkirakan tidak akan habis dalam waktu 30 tahun. Namun, karena kendala hutan lindung, potensi itu terpaksa belum bisa dieksploitasi investor,” jelas Yusuf Lubis yang mengaku sengaja datang ke Padang ingin bernostalgia dan bersilaturrahmi dengan redaksi Padang Ekspres, kemarin.

Dalam diskusi yang dipandu Redpel Online Mukhlisun dan dihadiri Pimpinan Umum Padang Ekspres H St Zaili Asril serta Pemred Oktaveri tersebut, Yusuf Lubis menyebutkan, sektor pertambangan di luar hutan lindung saat ini sudah ada yang dijalankan, tepatnya di Kota Nopan (Rao). “Bulan Maret ini satu investor lagi akan mulai eksploitasi,” bebernya. Dengan adanya kegiatan ekploitasi itu, APBD menjadi terdongkrak dengan kalkulasi pendapatan daerah perbulan sebesar Rp500 juta.

Masyarakat sekitar lokasi tambang seperti pemilik tanah, wali nagari, LKMD, anak yatim, pemuda dan masjid/ mushalla juga mendapatkan haknya dan menikmati hasil dengan total sekitar Rp375 juta per bulan. “Kita sudah sampaikan itu kepada investor dengan SK Bupati, investor setuju dan masyarakat pun welcome kepada investor,” kata Yusuf.

Garap Perikanan
Berbekal kreativitas dan inovasi dalam membangun daerah, Yusuf Lubis bersama DPRD dan masyarakat tidak mau terlalu larut dengan keterbatasan dan kendala seperti hutan lindung tadi, sekarang pihaknya senantiasa menggerakkan sektor-sektor lain yang selama ini sudah menjadi sumber pendapatan dalam mendongkrak pembangunan daerah dan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Pasaman.

Kabupaten yang sudah memiliki Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) baru sesuai PP 41 tahun 2007 ini, membagi 12 Kecamatan ke dalam tiga sentra pembangunan ; bisnis, kota kesehatan dan pendidikan, serta perkebunan dan industri. Untuk sektor perkebunan misalnya, tahun 2007 sudah dilakukan pembukaan lahan sawit baru seluas 100 hektare di Mapat Tunggul. “Pembibitannya sudah dilakukan dan bulan ini segera dilakukan penanaman,” kata Yusuf Lubis.

Untuk sektor perikanan, setidaknya pemerintah daerah sudah memberdayakan 25 ribu kepala keluarga (KK) yang tergabung dalam kelompok tani dalam mengelola sekitar 3 ribu hektare kolam ikan. Hasilnya untuk pembibitan dan dijual ke provinsi tetangga seperti Sumatera Utara, Jambi, Riau dan Sumatera Selatan. “Pakan yang dibutuhkan untuk sektor perikanan ini sangat besar. Tapi, sayangnya sekarang belum ada investor yang membangun pabrik pakan. Selama ini pakan ikan dipasok dari Sumatera Utara,” kata Yusuf Lubis. (HERI SUGIARTO)

Comments
  1. mukhlis says:

    saya sangat banga sekalidengan di bukanya pertambngan di pasaman,tetapi perlu kehati-hatian pemerintah,karena kebanyakan dari investor akan meningalkan lahan tambangnya tampa direklamasi dengan berbagai macam alasan.yang akhirnya meningalkan beban yang besar bagi rakyat dan pemerintah,berapapun besar royalti yang didapat pemerintah tidak akan sangub untuk melakukan reklamasi lahan yang ditinggalkan.

  2. ferdi maizar says:

    bagus……….
    ada kemajuan untuk pasaman nan elok

  3. irma says:

    mg rencana ato prgram kerja pasaman dpt meningkatkan ksejahteraan masyarakat…

  4. rajuddin says:

    selamat ja uda, lanjutkan perjuanganmu saya lihat baru2 ini ketika saya pulang kampung bukan cuma pembangunan iptek yang meningkat tapi lebih utama saya lihat imtaknya, saya semangat sekali melihat pak yusup menghadiri pengajian ibu2 wirid yasin se kab pasaman. tapi saya sayangkan para pemuda pemudi kayaknya kurang terperhatikan khususnya mengenai agamanya bukan kah daerah kita penduduk paling religius di sumbar, oh ya saya mita alamat e-mailnya pak yusup donk. terimakasih

  5. Hendra sakti pulungan says:

    Lanjutkan pembangunan jg pengembangan dan peningkatan mutu pendidikan pasaman….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s