Gempa 5,8 SR Goyang Padang

Posted: 22/02/2008 in BERITAKU

PADANG: Gempa yang mengguncang Sumatera sepekan terakhir masih tidak beranjak dari pusat yang sama, Muko-muko dan Nanggroe Aceh Darussalam. Setelah dua hari sebelumnya gempa 7,3 skala richter (SR) menewaskan tiga warga Simeuleu Aceh dan ikut membuat warga Medan panik, kemarin gempa berbalik lagi ke Muko-muko.
Gempa yang juga dirasakan warga Kota Padang itu, berkekuatan 5,8 SR pada kedalaman 27 km. Tak hanya Padang, pesisir pantai barat Sumbar juga merasakan guncangan gempa yang terjadi sekitar pukul 06.55 WIB itu.

Pusat gempa berada di 294 km barat laut Muko-Muko, Bengkulu atau di sekitar Pagai Utara, Kepulauan Mentawai, Sumbar.  Tepatnya di episentrum 2,67 Lintang Selatan dan 99,37 Bujur Timur. Belum ada laporan kerusakan dan korban jiwa akibat guncangan gempa kategori besar ini.

Warga Kota Padang yang berada di bangunan bertingkat atau di dalam rumah langsung berlarian ke luar rumah. Sebagian warga yang sudah “bersahabat” dengan gempa, memilih tetap berdiam di dalam rumah, karena guncangannya tidak terlalu besar.

Sementara itu, Pakar Geologi Tektonik dari Puslit Geoteknologi LIPI Dr Danny Hilman Natawidjaja mengatakan gempa yang terjadi di Simeuleu Aceh Rabu (20/2) pukul 15:08 WIB melepaskan semua energi yang sebelumnya masih tersimpan di segmen itu serta memicu Pulau Simeuleu bagian tengah naik hampir satu meter. ”Sisa-sisa energi di sana sekarang ini sudah dilepas,” katanya seperti dilansir Antara.

Ketika gempa Aceh berkekuatan 9,2 pada skala Richter pada 26 Desember 2004, kata Hilman, Pulau Simeuleu bagian utara naik 1,5 meter, lalu ketika gempa Nias 8,7 SR pada 2005 giliran Simeuleu bagian selatan yang naik 1,5 meter. Kedua gempa besar itu, ujarnya, sedikit sekali mempengaruhi daerah tengah itu, namun Simeuleu Saddle itu selama ini diketahui masih menyimpan energi dan diperkirakan akan pecah dalam waktu dekat.

”Rabu, semua energi di sana telah dilepas, gempa 7,3 SR tepat berada di Pulau Simeuleu bagian tengah. Jika dilihat dari samping, Pulau Simeuleu sekarang sudah kembali lurus (ketinggiannya),” katanya.

Menurut dia, sepanjang Aceh-Nias ada sekitar delapan segmen patahan besar termasuk patahan Sumatera di darat yang masih memiliki potensi untuk menimbulkan gempa besar. Ditanya soal segmen-segmen patahan di perairan barat Bengkulu seperti segmen Mentawai, menurut dia, masih banyak memiliki potensi energi yang bisa memicu gempa besar.

”Waktunya saya tidak tahu. Tapi memang tahunan bahkan lebih dari 10 tahun bisa juga. Makanya yang kita perlukan adalah kesiapsiagaan terhadap bencana,” katanya. (esg)

Comments
  1. Medan says:

    thanks, please visit our Medan site

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s