Kabut Asap di Jambi, Jarak Pandang 500 M

Posted: 24/02/2008 in BERITA PROVINSI

JAMBI: Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi mulai mengkhawatirkan. Kemarin (24/02), akibat kabut asap, jarak pandang di Kota Jambi sempat tidak memenuhi syarat untuk penerbangan. Kepala BMG melalui Prakirawan yang bertugas, Dwi Atmoko, kemarin mengatakan jarak pandang pagi hari hanya berkisar 500 meter.
Jarak ini sangat tidak layak untuk melakukan aktivitas penerbangan, baik take-off (lepas landas) maupun landing (pendaratan).BMG sendiri mencatat asap dan kabut serta kecepatan angin yang rendah membuat jarak pandang sangat terbatas. “Selain kabut memang ada asap yang membuat jarak pandang pendek,”katanya.
Dwi Atmoko mengatakan, jarak pandang mulai memasuki area normal sekitar pukul 08.00 WIB. “Saat itu jarak pandang sudah mencapai 4 km,”tuturnya kemarin. Ketebalan asap dan kabut pagi kemarin memang sangat pekat sampai dengan pukul 07.00 WIB.

Dari pengamatan mata telanjang saja jarak pandang sangat terbatas. Bahkan, kendaraan bermotor yang lalu lalang di jalan pada jam itu, bahkan sampai pukul 08.00 WIB masih banyak yang menggunakan head lamp atau lampu utama pada kendaraannya.BMG menerangkan, tidak ada penerbangan yang ditunda. Penerbangan reguler di Jambi memang dimulai pukul 09.00 WIB.
“Itulah mungkin yang membuat belum ada penerbangan yang terhambat oleh kabut tebal,”katanya.
Dwi Atmoko lebih jauh mengatakan, asap sangat berpengaruh terhadap jarak pandang. “Asap merupakan partikel-partikel, belum lagi ditambah kabut dan angin yang tidak terlalu kencang. Akibatnya kondisi udara menjadi pekat,”katanya.

Dijelaskan, melihat peta pergerakan angin, asal asap berasal dari Riau serta beberapa daerah yang berada di barat daya hingga utara Kota Jambi. Keyakinan yang membuat jarak pandang menjadi pendek adalah asap diantaranya adalah adanya unsur karbon di udara. “Selain itu kelembabannya juga sangat rendah, bahkan bisa disebut kering. Ini lain dengan jika jarak pandang pendek akibat embun,”bebernya.

BMG Stasiun STS Jambi sendiri sebenarnya mempunyai alat untuk mendeteksi apa saja yang dikandung di dalam udara. Alat itu adalah suspended particulated meter atau SPM. Alat itu akan menangkap kandungan partikel di udara. “Tapi sayang untuk mengujinya harus dibawa ke Jakarta, karena disini belum punya,”tuturnya.

Berdasarkan pengamatan Bapedalda Kota Jambi, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) masih dalam kategori sedang dan belum masuk kategori tidak sehat. “Untuk Minggu (24/02) ISPU masih sedang dan normal. Peningkatannya tidak begitu signifikan tetap tetap harus diwaspadai. Pada hari Rabu ISPU pada pukul 07.00 WIB hanya 42 dan rata-rata 23. Tetapi Minggu (kemarin, red) meningkat dimana pada pagi hari mencapai 46,” sebut Kasi Pemantauan Lingkungan, Ahmad Marzuki, kemarin.

Sementara itu, di Kabupaten Batanghari, Bagian Lingkungan Hidup (LH) terus melakukan pemantauan menyusul munculnya kabut asap dalam satu minggu belakangan ini. Pantauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketebalan dan kepekatan kabut. Kabag LH Batanghari Hj. Nelly mengatakan, kabut asap muncul karena adanya pembakaran lahan, meskipun titik api atau hot spot di Batanghari belum begitu tinggi, namun bisa jadi kabut asap ini merupakan kiriman dari daerah lain.

“Asap ini terus saja muncul dikarenakan hujan yang tidak merata, untuk itu kita perlu melihat dalam beberapa hari ke depan ini kalau kabutnya semakin tebal tentunya akan ada pengaruhnya bagi kesehatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Batanghari Zaiful Mahdi menegaskan, kabut asap yang muncul sejak satu minggu belakangan belum berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Sayangnya, menurut Zaiful, sampai saat ini Kabupaten Batanghari belum memiliki alat untuk mengukur pencemaran udara, yang sudah ada hanya di Kota Jambi saja. Kadinkes juga menghimbau kepada masyarakat Batanghari yang bepergian dengan kendaraan bermotor untuk dapat mengenakan masker atau penutup mulut dan hidung untuk menghindari terjangkitnya penyakit ISPA.

Di tempat terpisah, Wakil Bupati (Wabup) Batanghari Ardian Faisal kembali menghimbau masyarakat yang membuka lahan untuk perkebunan agar tidak melakukan pembukaan areal dengan cara pembakaran hutan. ”Lakukanlah sesuai dengan aturan, di samping pembakaran itu menimbulkan kabut asap, pembakaran lahan juga bertentangan dengan undang-undang,” sarannya.

Gubernur Ancam
Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang makin serius di provinsi Jambi disikapi secara cepat oleh Gubernur Zulkifli Nurdin. Kemarin, (Minggu, 24/02) bang Zul langsung menggelar rapat mendadak di rumah dinas Gubernur. Rapat lengkap yang berlangsung hampir dua jam dari pukul 14.00 sampai pukul 16.00 WIB tersebut dihadiri seluruh staf dan instansi terkait diantaranya, pihak Polda Jambi, Korem, Dinas Kehutanan, Kesehatan, BMG, Bappeda, Ketahanan Pangan, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Kesbang Linmas, Biro Ekbang dan LSM Pinse.

Beberapa keputusan penting menyangkut penanganan dan penanggulangan kabut asap dan kebakaran lahan dan hutan, berhasil disepakati dalam pertemuan itu, diantaranya, menggalakkan Pusdakarlahut (pusat pengendalian kebakaran lahan dan hutan) ditingkat kabupaten/kota sedangkan peran provinsi hanya bersifat asistensi dan teknis. Provinsi membantu peralatan sementara operasional sepenuhnya dilakukan di daerah.

Selanjutnya, penanganan dan penanggulangan kebakaran hutan akan melibatkan potensi yang ada di masyarakat seperti Orari dan Rapi. Terakhir, masyarakat akan diberikan bantuan bekas tebangan dengan kata lain, masyarakat disekitar kawasan hutan akan diberikan pekerjaan lain, salah satunya pembuatan pupuk kompos.

Untuk menyosialisasikan dan merealisasikan keputusan tersebut, gubernur Zulkifli Nurdin dalam tempo sesingkat-singkatnya bakal memanggil dan mengumpulkan para bupati serta dinas terkait daerah. “Ya, kita akan undang para Bupati dan dinas terkait, mungkin malam Rabu ini kita akan melakukan pertemuan disini (rumah dinas gubernur), mengingat pentingnya acara ini kita minta (kehadiran para Bupati) tidak boleh diwakilkan,” tegas bang Zul usai pertemuan.

Menyinggung soal tingkat keparahan kabut asap akibat kebakaran hutan yang tengah terjadi di Jambi saat ini, Bang Zul mengaku belum parah. “Kabut asap belum begitu parah, yang ada sekarang itu (pagi) hanya kabut, begitu matahari muncul kabut langsung hilang,” katanya.

Hanya saja, kata dia, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan perlu dilakukan secara dini. “Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kalau dibiarkan akan makin parah, sebab itulah maka saya mengundang seluruh pihak terkait untuk melakukan pertemuan ini,” sebutnya.

Untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan, sambung Bang Zul, perlu tekad yang kuat dari semua pihak, tidak saja dari pemerintah tapi juga masyarkat. Pada kesempatan tersebut, Gubernur dua periode ini secara terbuka mengancam perusahaan-perusahaan yang melakukan aktivitas pembakaran hutan dan lahan. Bang Zul mengatakan jika dirinya bersama aparat hukum akan melakukan pemantauan ke seluruh daerah dengan menggunakan helikopter milik polda Jambi.

“Untuk perusahaan jangan coba-coba membersihkan lahan dengan membakar, atau memanfaatkan masyarakat untuk membakar hutan demi keuntungan. Kalau ada yang terbukti kita akan panggil, kita akan beri sanksi hukum yang berat,” paparnya.

Sedangkan bagi kalangan masyarakat, Bang Zul mengatakan akan ada semacam keringanan, mengingat masyarakat ada yang belum tahu dan belum memahami dampak dari membakar lahan dan hutan. “Tapi kalau Perusahaan mereka mutlak harus tahu,” tandasnya.

Ditanya soal temuan titik api, Bang Zul mengatakan sejauh ini titik api menyebar dilahan milik masyarakat dan juga lahan perusahaan. “Tapi yang banyak dilahan milik masyarkat,” ujarnya.

Sementara itu, data dari pihak Bapedalda provinsi Jambi menyebutkan jika jumlah titik api diseluruh provinsi Jambi sejak Januari 2008 sampai 22 Februari kemarin seluruhnya berjumlah 199 titik. “Titik api tersebut menyebar diberbagai daerah,” tandas kepala Bapedalda, Rahman Putra, kemarin. (jambiekspres)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s