Diduga Korupsi APBD, 12 Anggota Dewan Ditahan

Posted: 08/03/2008 in BERITA PROVINSI

MUARATEBO : 12 Orang dari 15 mantan anggota panitia anggaran (Panggar) DPRD Tebo periode 1999-2004, Kamis (06/03) ditahan Kejari Tebo. Mantan Dewan ini ditahan terkait kasus dugaan korupsi berjamaah APBD 2004 yang merugikan negara Rp 4,3 Miliar.

12 mantan anggota DPRD tersebut yakni, Adamhuri Mukti, M Toha, HM Tabri, Tumpal HBL Tobing, Syamsul Anwar, H Rifa’i Ahmad, Maisita SH, H Abdul Wali, H Abdul Hamid, Drs H Zakaria, Mahmudi, dan Suparlan.

Dua tersangka lain, Bastari dan Trian Jaya belum ditahan. Bastari saat ini dirawat di Rumah Sakit karena sakit parah, Trian Jaya belum memenuhi panggilan kejakasaan dan kini telah ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Tebo. Sedangkan tersangka H Zaharuddin sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

12 orang tersebut itu kini dititipkan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II B Muaratebo menempati kamar di blok D tempat ditahannya Sugianto SE MM mantan ketua DPRD Tebo yang juga kasusnya sama. Hanya saja, kini Sugianto telah divonis bebas oleh PN Bungo dan pihak Kejari Tebo dan sedang menunggu hasil Kasasi di MA.

Dua dari 12 mantan dewan ini yakni, M Toha dan H M Tabri saat ini masih duduk aktif menjadi anggota DPRD Tebo periode 2004-2009.

Pantauan koran ini, proses penahanan 12 mantan Dewan Kabupaten Tebo itu, berjalan lancar. Awalnya, sekitar pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB para tersangka hadir di kejaksaan memenuhi panggilan jaksa untuk menjalani pemeriksaan. Namun, tak disangka mereka langsung akan ditahan pihak jaksa, meskipun berlangsung tegang namun tak ditemukan kendala yang berarti.

Puluhan polisi dari pasukan Polres Tebo sejak pagi hari sudah berjaga-jaga di kantor kejaksaan termasuk beberapa kerabat tersangka dan puluhan wartawan dari berbagai media elektronik dan cetak. Beberapa mobil tahanan Kejari Tebo juga tampak berjejer di halaman depan kantor Kejari Tebo.

Mantan Panggar ini diperiksa tim penyidik dilantai 2 Kejari Tebo. Saat diperiksa, beberapa kali mantan panggar turun tangga untuk keperluan buang air kecil ke WC, saat tersangka keluar para wartawan menyerbu hendak mewawancarai namun mereka memilih diam dan berlalu begitu saja. Sedangkan tim penyidik Kejari Tebo terlihat sibuk mondar mandir dan sesekali menyapa wartawan. Sekitar pukul 13.40 WIB dengan dikawal ketat anggota Kejaksaan dan Polisi, satu persatu mantan Panggar menuruni anak tangga menuju mobil tahanan, dibantu dengan iringan belasan mobil dan satu mobil Dalmas dari Polres Tebo, tersangka di gelandang ke Lapas kelas II B Muaratebo yang berjarak sekitar 12 KM dari kantor Kejari.

Sekitar 10 menit kemudian iringan mobil yang membawa para tersangka tiba di Lapas Tebo, setelah tim penyidik Jaksa melakukan koordinasi dengan pihak Lapas, satu persatu tahanan Kejaksaan ini menuju gerbang Lapas. Tampak wajah tegang dari raut wajah para mantan dewan tersebut. Bahkan, Adam Huri Mukti mantan ketua Panggar berteriak keras sambil mengangkat kedua belah tangannya.

Sementara itu, usai menitipkan 12 tersangka di Lapas Kelas II B Muaratebo, pihak Kejari Tebo langsung menggelar konferensi pers di Aula kantor Kejari. Kajari Muaratebo, Anwarudin Sulistiyono SH M.Hum, didampingi Kasi Pidsus A Rudy Y Bangun SH, Kasi Intel M Yasin Joko P SH dan tim penyidik lainnya kepada wartawan mengatakan, penahanan tersebut dilakukan setelah proses penyidikan kasus selesai dan dakwaannya lengkap untuk menjalani proses persindangan di PN Tebo.

“Kita menargetkan paling lama 20 hari penyusunan dakwaan selesai dan selanjutnya, kasusnya kita limpahkan ke PN Tebo untuk disidangkan, Mudah-mudahan ini bisa tercapai sehingga tidak terjadi masa perpanjangan penahanan”ujar Kajari Tebo sembari meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk dapat memenuhi target tersebut.

Kajari juga mengatakan, alasan penahanan mantan Dewan ini supaya tidak menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. “Selain itu, pemeriksaan sudah tuntas dari tahap penyelidikan ke tahap penuntutan dan segera dilimpahkan ke PN,”ungkap Kajari sembari mengatakan, penahanan mantan Panggar tersebut setelah melalui proses audit BPKP Jambi, dan ditemukan adanya indikasi kerugian negara sekitar Rp 4,3 miliar dari dana APBD tahun 2004.

Dana tersebut digunakan untuk beberapa item tunjangan yang diperuntukkan anggota DPRD periode 1999-2004. Seperti tunjangan perumahan, tunjangan operasional dan beberapa tunjangan lainnya yang telah dianggarkan.

Dalam kasus ini, Kejaksaan memroses Tim Panggar sebagai pembuat anggaran yang menyebabkan munculnya dugaan kerugian negara itu. “Saat ini dari data dan alat bukti dalam penyidikan diduga kerugian uang negara sebesar Rp 4,3 Miliar itu terjadi pada proses penganggaran, penggunaan, dan pertanggung jawabannya tidak sesuai dengan ketentuan,”jelas Anwarudin lagi.

Kajari menegaskan, untuk dugaan keterlibatan pihak lain dalam kasus ini, akan ditentukan melalui fakta persidangan setelah kasus ini dilimpahkan.

Kajari menjelaskan, alangkah baiknya jika mereka mengembalikan uang yang pernah mereka terima namun,lanjut kejari,itu tidak bisa menghapus tindak pidananya.

Penahanan oleh jaksa penuntut ini selama 20 hari, jika belum siap bisa di perpanjang selama 40 hari lagi dan seterusnya akan di limpahkan kepengadilan. “Mereka didakwa dengan undang-undang Nomor 02 tentang Tindak Pidana Korupsi pasal 2 dan 3 dengan ancaman minimal 4 tahun dan maksimal 14 tahun kurungan,”ungkapnya

Orang nomor satu di Kejaksaan Tebo itu menerangkan, dalam proses penyelidikan (Lid) dan penyidikan (Dik) kasus ini, beberapa pihak lain juga dimintai keterangan sebagai saksi. Diantaranya mantan Tim Panggar eksekutif periode itu yang melibatkan berbagai Kepala instansi di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Tebo. Juga, mantan anggota DPRD periode 1999-2004 itu yang ikut menikmati uang yang dianggarkan itu.

Trian Jaya DPO

Salah satu tersangka mantan anggota Panggar atas nama Trian Jaya beberapa kali dipanggil Jaksa tidak pernah memenuhi panggilan Kejaksaan. Baik pada saat kapasitasnya sebagai saksi maupun saat ditetapkan sebagai tersangka.

Saat ini, mantan anggota DPRD Tebo ini juga tidak diketahui keberadaannya dimana. Makanya pihak Kejari Muaratebo menetapkan Trian Jaya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan. Penetapan ini dilakukan setelah Kejari Muaratebo berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi dan Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

“Mulai hari ini (Kamis 6/3 lalu, red) Trian Jaya ditetapkan sebagai DPO Kejaksaan. kita sudah konsultasikan kepada pimpinan dan telah ditetapkan. Kejaksaan yang ada di seluruh wilayah di Indonesia yang akan membantu untuk menemukan keberadaannya”tegas Kajari

Kajari juga mengatakan, selama proses pengusutan kasus ini, para saksi dan tersangka dinilai kooperatif. Sehingga beberapa waktu lalu, proses penyidikan bisa diselesaikan oleh Kejaksaan yang selanjutnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Muaratebo.

Sementara ditempat terpisah, Kalapas Tebo Heri Sumarna Husin SH BCIp membenarkan, pihaknya menerima tahanan titipan dari kejaksaan Negeri Tebo dan sesuai dengan prosedur,maka 12 orang anggota DPRD periode 1999-2004 di tempatkan dalam 1 kamar salah satu kamar tahanan, mereka ditempakna di kamar Blok D. Dan mereka adalah tahanan titipan kejaksaan dengan masa tahanan selama lebih kurang 30 hari. (jambiekspres)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s