AJI: Upah Layak Jurnalis Jakarta Rp 4,1 Juta

Posted: 18/03/2008 in HOT NEWS

 Bisnis Indonesia dan Kompas Gaji di Atas Standar

JAKARTA: Setelah lebih setahun berlalu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) cabang Jakarta mengupdate standar upah minimum jurnalis. Dari Rp 3,1 juta pada 2006, menjadi Rp 4,1 juta untuk tahun 2008.

“Agar profesionalisme jurnalis bisa ditingkatkan, AJI Jakarta menetapkan standar upah layak minimum sebesar Rp 4.106.636 per bulan,” ungkap Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta, Winuranto Adhi, dalam launching di Kantor AJI Jakarta, Kompleks Bier, Jl Soepomo, Jakarta Selatan, Selasa (18/3).

“Standar upah ini berlaku bagi seorang jurnalis muda di Jakarta yang baru diangkat menjadi karyawan tetap,” tambah Winuranto.

Komponen upah minimum layak ini meliputi makanan-minuman sebesar Rp 1,4 juta, perumahan Rp 500 ribu, sandang Rp 234.167, aneka kebutuhan lain seperti pulsa, transportasi, laptop, dan rekreasi yakni Rp 1.584.638. Ditambah komponen tabungan, maka total mencapai angka Rp 4.106.636.

“Satu komponen baru yang kami masukkan adalah kebutuhan akan laptop yang dicicil selama 3 tahun. Komputer jinjing ini bukanlah barang mewah bagi jurnalis, melainkan kebutuhan riil demi menunjang kinerja jurnalis,” imbuh Winuranto yang akrab dipanggil Wiwin.

AJI memperhitungkan laptop memiliki spesifikasi Dual Core, 512 Mb, 80 Gb, DVD/CDRW, 56k modem, Wifi, yang memiliki nilai Rp 5 juta. Angka ini diangsur selama 36 bulan, sehingga perbulan hanya Rp 138.888.

Upah layak minimum ini belum memasukkan jaminan asuransi keselamatan kerja, jaminan kesehatan, jaminan sosial tenaga kerja, hak cuti, tunjangan keluarga, makanan dan minuman bergizi bagi karyawan yang bekerja malam, kendaraan operasional bagi jurnalis perempuan, dan bonus bagi jurnalis berprestasi.

Angka Rp 4,1 juta ini didasari pada survei pengeluaran seorang jurnalis muda dan rasionalisasi standar kerja jurnalis. Angka ini juga memperhitungkan angka inflasi. Tidak dijelaskan apakah besaran upah ini sudah termasuk pajak atau belum.

Gaji Tertinggi
Dari survei standar pengupahan di terhadap 30 perusahaan media, hanya dua media yang mengupah melewati standar upah minimum yang dilansir AJI Jakarta. 2 Perusahaan itu adalah Bisnis Indonesia dan Kompas.

“Hanya 2 perusahaan yang melampaui, Bisnis Indonesia dan Kompas,” beber Koordinator Divisi Serikat Pekerja AJI Jakarta, Winuranto Adhi saat launching di kantor AJI Jakarta, Kompleks Bier, Jl Soepomo, Jakarta Selatan, Selasa (18/3/2008).

Bisnis Indonesia mengupah karyawan yang baru diangkat tetapnya sebesar Rp 4,5 juta. Pada urutan kedua, Kompas dengan upah mencapai Rp 4,125 juta.

Hampir semua stasiun tv swasta mengupah jurnalis dengan buruk, tidak ada yang melampaui Rp 3 juta. Begitu juga dengan media online dan radio, tak ada yang mencapai Rp 4 juta.

“Transtv baru saja menaikkan gaji karyawannya menjadi Rp 2,5 juta. Hal ini terjadi setelah 150 karyawannya keluar karena gaji yang minim. Sebelumnya hanya bergaji Rp 1.750.000,” ungkap Winuranto yang biasa dipanggil Wiwin.

Namun Wiwin buru-buru menambahkan, survei ini tidak bisa dijadikan standar pengupahan yang sebenarnya. “Survei ini tidak bisa menjadi standar baku dalam pengupahan sebuah perusahaan karena ada perusahaan yang jurnalisnya diupah berbeda-beda,” jelas Wiwin.

“Media lain seperti Gatra, sudah beberapa tahun tidak merekrut karyawan baru, sehingga patokan survei ini sudah basi,” pungkasnya.

Wiwin menjelaskan, pengupahan minimum ini adalah take home pay yang diperoleh seorang jurnalis untuk keperluan pribadinya. Masalah pajak, asuransi, kesehatan dan transportasi ke tempat liputan ditanggung perusahaan.

“Apakah itu mekanismenya reimburse, tunjangan, dan sebagainya,” pungkas pria berambut sebahu itu. (detikcom)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s