Akhirnya Izin Terbang AdamAir Resmi Dicabut

Posted: 18/03/2008 in HOT NEWS, INDONESIA HARI INI

JAKARTA : Maskapai penerbangan AdamAir akhirnya harus dicabut izin terbangnya oleh Departemen Perhubungan (Dephub), mulai Rabu (19/3) pukul 00.00 WIB. Setidaknya ada delapan alasan kenapa maskapai itu untuk saat ini tidak boleh terbang. Apa saja?

“Dephub mendapatkan data adanya kekurangan keahlian SDM dan teknologi pada AdamAir yang berpotensi menimbulkan kecelakaan,” kata Dirjen Perhubungan Udara Budi Muliawan Suyitno di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (18/3).
Berikut ini adalah delapan alasan kenapa Dephub meminta maskapai itu tidak menerbangkan pesawatnya. Keputusan dari Dephub ini akan mulai berlaku pukul 00.00 WIB Rabu 19 Maret, hari ini :

1. Company check Pilot (CCP) AdamAir tidak menjalankan fungsi pembinaan. pelatihan dan pengawasan kepada calon instruktur dan instruktur yang ada sesuai dengan standard operating procedure Boeing B737 clasic dan series, karena hal tersebut kana proficiency check pilot untuk instruktur dan CCP AdamAir diambil alih dan dilaksanakan oleh inspektur operasi Direktoran Sertifikasi Kelaikan Udara hingga saat ini, di mana hal ini tidak pernah diberlakukan untuk operator lain (penurunan penilaian kinerja proficiency) ref surat DSKU/2750/PPK/2006 tanggal 29 Nopember 2006.

2. Pelaksanaan proficiency check ditemukan dan dilakukan oleh pilot yang tidak memiliki wewenang atau otorisasi company check pilot (CCP).

3. Pilot tidak melaksanakan procedure emergency evakuasi sebagaimana tertera dalam Standard Operating Procedures B737 series pada saat terjadi accident (tidak ada perintah evakuasi).

4. Pelaksanaan perawatan pesawat udara yang dilaksanakan oleh Departemen Teknik tidak dilakukan sesuai dengan Company Maintenance Manual dan Maintenance Program, antara lain:
a. Terdapat pesawat di-realease (Checklist ditandatangani) tanpa dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu, yaitu: PK-KKJ dan PK-KKR di Yogyakarta (hasil ramcheck pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008).
b. Pelaksanaan perawatan tidak menggunakan checklist yang ada, contoh: pesawat terbang dengan kondisi Access Panel Booster Pump tidak ada (temuan tanggal 27 Januari 2008), screw pada acces panel banyak yang tidak lengkap dan cover light di nose wheel tidak ada (temuan tanggal 30 November 2007).

5. Quality Assurance departemen tidak menjalankan fungsi dan tugasnya sebagaimana mestinya atau sering diintervensi oleh departemen lain, yang tidak terkait dengan safety dan quality. Hal ini dibuktikan dengan ditemukan banyak kejadian yang menyebabkan pesawat udara melakukan pendaratan darurat dan kembali ke base (return to base/apron).

6. Enginering section tidak menjalankan dungsi dan tugasnya sebagaimana mestinya, hal ini dibuktikan dengan penyelesaian kerusakan yang berulang-ulang tidak dianalisa dan tidak ada tindakan perbaikan secara tuntas.sehingga kerusakan yang berulang-ulang tersebut tidak timbul kembali.

7. Component dan part yang diperlukan sebagai pemenuhan terhadap kelaikan udara pesawat udara tidak tersedia, sehingga banyak ditemukan perpanjangan masa berlaku suatu masa perbaikan part (Extend Hold Item List).

8. Engineer yang menangani kerusakan trouble shooting, kurang memiliki kemampuan dalam perbaikan trouble shooting secara tuntas, sehingga tidak timbul kerusakan yang sama. Hal ini dibuktikan dengan landing gear vibration, engine parameter fluctuate, dan IRS problem. (okezone.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s