Jalan Sumbar-Riau Putus

Posted: 23/03/2008 in INDONESIA HARI INI

Empat Rumah, Satu Truk Tertimbun Longsor

LIMAPULUH KOTA: Jalur transportasi darat penghubung Sumbar- Riau, kembali putus total karena dihantam longsor sepanjang 90 meter, dengan ketinggian tanah mencapai 5 meter, Sabtu (22/3). Longsor kali ini terjadi di Kilometer 170 dari Kota Padang, tepatnya di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota. Akibat longsor yang terjadi selama dua kali, yakni sekitar pukul 11.30 WIB dan 13.30 WIB tersebut, ratusan kendaraan dari dan menuju Riau terjebak dalam antrian panjang.

Wakapolres Limapuluh Kota Kompol M Thamrin memperkirakan, panjang antrian mencapai 8 Kilometer. Bukan cuma itu saja, sebanyak 4 rumah warga, masing-masing milik Usman (46), Isral (43), dan Yunizar (42) yang sedang melangsungkan pesta pernikahan putrinya, juga ikut rata tertimbun tanah. Termasuk satu unit truk Fuso pengangkut semen dengan plat nomor BA 9493 MK.

Sampai berita ini diturunkan, belum bisa dipastikan berapa total kerugian dan korban jiwa akibat longsor di Manggilang tersebut. Sementara empat alat berat yang diturunkan Dinas Prasarana Jalan Umum Sumbar masih berupaya untuk mengangkat tanah yang menimbun badan jalan. “Kami belum bisa pastikan, apakah longsor ini memakan korban jiwa atau tidak. Soalnya, tanah yang menimbun jalan terlalu banyak. Sedangkan pada salah satu rumah, juga tengah dilangsungkan hajatan yang dihadiri banyak orang, kan bisa saja ada tamu yang ditimbun tanah,” kata Ketua Satkorlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Limapuluh Kota Irfendi Arbi kepada Padang Ekspres di lokasi kejadian.

Kompol M Thamrin juga memperkirakan hal serupa. “Kita belum bisa pastikan, apakah memang ada korban jiwa atau tidak. Soalnya tadi di sekitar lokasi ada hajatan. Di samping itu, pengemudi kendaraan roda dua, tentu juga ada yang lewat, saat tanah tiba-tiba jatuh dari atas bukit itu,” katanya didampingi Kasatlantas AKP Rumzi. Hal senada juga dikatakan Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Jembatan Sumbar Dodi Ruswandy melalui ponselnya, Sabtu (22/3). ”Sejak pukul 12:00 WIB, sudah bekerja tiga unit alat berat dan saat ini sedang ditambah lagi dua unit alat berat dari basecamp kita di Payakumbuh. Jika hujan reda, kita perkirakan tengah malam nanti longsor sudah bisa kita atasi,” ujar Dodi Ruswandy.

Warga Riau ”Telat Pulang”

Masih akibat longsor yang terjadi di Nagari Manggilang, ratusan warga Riau yang tengah berlibur di Sumbar, terpaksa harus “telat pulang” ke tanah Laskar Bertuah. “Ya, apa boleh buat, jalanan longsor. Dulu waktu lebaran, saya juga mengalami hal begini. Kalau malam ini tidak bisa diperbaiki, alamat akan telat kami sampai di Riau,” kata Arif Rahman (42), warga Jalan Tengku Tambusai Riau yang mengaku asal Pariaman. Bukan hanya Arif yang cemas akan telat pulang ke Riau. Sekelompok anak muda Riau yang berlibur dengan sepeda motor ke Sumbar, juga mulai panik. “Kami sudah berencana, malam ini bisa sampai di Pekanbaru. Biar hari Minggu bisa istirahat, dan Seninnya kerja lagi. Tapi apa boleh buat, jalan longsor. Mau muter, tanggung,” celetuk Franky (24).

Kepanikan lebih besar, juga terlihat pada wajah puluhan supir L-300 pengangkut beras, telur, dan sayur mayur dari Sumbar. “Ondeh mandeh, longsor pulo jalan ko baliak. Lah sansai awak dibueknyo ko mah, batambah pitih kalua,” kata Edi (37), seorang supir asal Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota. Edi mengatakan, biasanya, setia kali membawa telur ke Riau, dia sudah punya jatah gaji dan makan yang jelas. Kalau jalanan longsor, tentu jatah gajinya bakal harus lebih diirit. Tiap hari, warga Sumbar memang selalu mengirim komoditi pangan ke Riau. Untuk Kabupaten Limapuluh Kota saja, berdasarkan data yang diperoleh Padang Ekspres dari Wakil Bupati Irfendi Arbi, ada 5 juta butir telur ayam buras yang dikirim. “Itu baru telur saja. Kalau nanti dihitung pula puluhan ton beras dan sayur mayur dari berbagai daerah di Sumbar. Coba bayangkan, betapa proses ekonomi akan terganggu,” kata Irfendi.

Masih Banyak Titik Rawan

Berdasarkan pantauan Padang Ekspres kemarin sore, Jalan Sumbar-Riau saat ini memang relatif lebih rawan dengan longsor. Di samping disebabkan curah hujan yang tinggi. Beberapa titik tebing menjelang masuk Nagari Manggilang, juga terlihat memerah mulai gundul, misalnya saka di Nagari Koto Alam dan di Kelok Sembilan. Rata-rata titik rawan longsor Jalan Sumbar-Riau, terdapat di sekitar lokasi penggalian batu. Penggalian batu ini menurut Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Limapuluh Kota sebenernya berlangsung liar. Karenanya, Polres Limapuluh Kota meminta kepada para warga untuk menghentikan segala aktifitas penambangan batu di pinggir Jalan-Sumbar Riau. “Tolong hentikan, kalau tidak ingin terjadi korban jiwa. Karena kita telah melihat betapa banyak bahayanya. Longsor kali ini saja terjadi di atas bukit bekas penggalian batu,” kata Kompol M Thamrin. (frv/esg)

Comments
  1. hendri86 says:

    Ass. Bang perkenalkan nama saya HENDRI dari mapat tunggul selatan (Matuse) . Bang sekali-kali liput donk.!! berita tentang daerah mapat tunggul selatan. ini daerah yang terpencil dari kab. pasaman. dan ini dekat sekali dengan jalan Sumbar – Riau yang baru di bangun. Terima kasih saya ucapkan sebelumnya.

  2. Divo recha says:

    saya menguchap kan terima kasih pada pihak yg terkaid,..dalam pemulihan,jalur sumbar riau,…yg mana telah berkerja keras untuk mengetasi bencana,longsor yg mengakibat khan putusnya jalur transportasi,..yg mana sangat ber pengaruh,…dengan roda per ekonomian,kedua belah provinsi,…tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s