Navigasi Rusak, Pesawat Jatuh ke Laut

Posted: 25/03/2008 in HOT NEWS, INDONESIA HARI INI

Tragedi Hilangnya Adam Air Terkuak

JAKARTA: Lebih setahun berlalu, misteri kecelakaan Boeing 737-400 PK KKW AdamAir akhirnya terkuak. Departemen Perhubungan akan meningkatkan pengawasan dan audit tiga bulan sekali. Fakta penyebab terjadinya kecelakaan pesawat AdamAir di perairan Majene, Sulawesi Selatan, 1 Januari 2007, akhirnya terkuak juga. Semua runtutan kejadian penuh drama selama 13 menit, terungkap.

Bermula dari rusaknya alat navigasi inertial reference system (IRS) hingga terjadinya kecelakaan. Semua diwarnai kurangnya pengetahuan pilot dalam menangani standar operasional prosedur (SOP) ketika terjadi kegagalan IRS.
Kecelakaan AdamAir terjadi sebagai kombinasi beberapa faktor, termasuk kegagalan kedua pilot dalam intensitas memonitor flight instrument, khususnya dalam dua menit terakhir penerbangan.

“Fokus konsentrasi pada malfungsi IRS telah mengalihkan perhatian kedua pilot dari flight instrument dan membuka peluang terjadinya increasing descent dan bank angle (kemiringan pesawat) tidak teramati. Kedua pilot tidak mendeteksi dan menahan kemudi sesegera mungkin untuk mencegah kehilangan kendali,” papar Tatang Kurniadi, Ketua Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam laporan hasil investigasinya di Gedung Dephub, Selasa (25/3).

Salah satu investigator KNKT, Kapten Santoso Sayogo kepada INILAH.COM mengatakan, kerusakan IRS suatu saat bisa saja terjadi pada pesawat manapun. Saat terjadi kerusakan alat navigasi, pilot mengubah posisi IRS NAV (navigation) ke posisi ATT (attitude). Namun otopilot malah jadi off atau disengaged. Sang pilot berusaha memperbaiki, tapi tidak terasa arah pesawat miring (bank) ke kanan sebesar 1 derajat per detik. “Sangat pelan sekali. Sensasinya seperti naik mobil di traffic light, mobil mundur pelan,” tandas Santoso.

Peringatan bank angle terdengar saat pesawat miring ke kanan 35 derajat. Karena otopilot mati, seharusnya dikemudikan secara manual oleh pilot. Namun pilot tidak sadar kalau otopilot mati, pesawat terbang tanpa kendali dan akhirnya menghunjam perairan Majene, Sulawesi Selatan dengan kecepatan 1000 km/jam, hancur berkeping-keping.

Sangat ironis sekali, SOP untuk training perawatan dan pengendalian IRS serta aircraft upset recovery yang seharusnya oleh operator ini tidak pernah ada di Indonesia. Begitu juga kedua pilot AdamAir KI 574, Revri Agustian Widodo dan kopilot Yoga Sutanto. Sebelumnya pilot-pilot yang belum mempunyai training trouble shooting IRS, masih tetap diperbolehkan untuk menerbangkan pesawat.

”Karena rekomendasi untuk semua pilot tentang pengendalian IRS serta aircraft upset recovery bagi awak pesawat baru ditekankan regulator setelah kejadian ini,” ujar Santoso.

Ketika dikonfirmasi tentang hal ini, Dirjen Perhubungan Udara Budhi M Sujitno mengatakan, terjadinya suatu kecelakaan tidak pernah disebabkan satu faktor saja. “Kecelakaan itu selalu disebabkan karena multi faktor, dikarenakan adanya benih-benih kelalaian yang terakumulasi, akhirnya menimbulkan kecelakaan,” kata Budhi.

Menurutnya, Ditjen Perhubungan Udara pada 23 November 2007 telah merespons masukan KNKT dengan menerbitkan safety circular untuk semua operator penerbangan tentang defisiensi yang memerlukan tindakan spesifik, khususnya tentang perawatan IRS dan defisiensi pada pelatihan penerbang.

Budhi menambahkan, pihaknya saat ini melakukan peningkatan pengawasan dan audit secara signifikan tiga bulan sekali. Begitu juga, menggunakan kewenangannya untuk secara tegas mencabut izin operasi pesawat jika peringatan tidak diindahkan.

Soal kecukupan rasio inspektur pesawat di Indonesia, lanjut Budhi, sudah cukup memadai, sekitar 1:4, seperti halnya yang terjadi di luar negeri. Namun khusus untuk pesawat besar (jumbo) memang saat ini masih kurang karena inspektur yang ada telah pensiun. ”Ditjen Perhubungan Udara akan segera mengatasi hal ini,” tegasnya.

Menteri Perhubungan Jusman Syafei Djamal menyatakan bahwa kecelakaan AdamAir diharapkan bisa menjadi pelajaran, khususnya dalam hal membangun budaya keselamatan penerbangan di Indonesia. “Ini artinya kita belajar dari kecelakaan yang terjadi untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi di masa mendatang,” kata Menhub.

Kecelakaan AdamAir di perairan Majene, Sulawesi Selatan, ini menjadi tamparan keras bangsa Indonesia. Sudah saatnya pemerintah sebagai regulator dan operator lebih memperhatikan faktor keselamatan. Sudah terlalu banyak korban jiwa melayang. Buat bangsa ini bisa berbangga dengan maskapai domestik. (inilah.com)

Comments
  1. Edhik mustiko says:

    Regulasi akan sia-sia jika tidak di imbangi dengan pengawasan yang ketat dan serius

  2. sarif hidayat says:

    Pengawasan standard keselamatan penerbangan dari pihak pemerintah harus setegas mungkin dan dilakukan secara kontinue, progressive, dan refreship.
    Standard kelayakan integritas, intelegensi, skill, dan safety perseption pilot diperketat dengan bukti yang faktual (international certificate ) jika tidak adam air seri ke 2 ke 3 dan seterusnya akan kembali terulang, dan ingat secara moral yg dipertaruhkan adalah nyawa manusia.

  3. Toni says:

    Meneurut hemat saya sebagai org awam, saya menilai maskapai penerbangan kita prioritas utama adalah bisnis, keselamatan penumpang adalah prioritas setelahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s