Jadi Caleg PPP, Bayar Rp100 Juta

Posted: 25/08/2008 in BERITA PROVINSI

Sekretaris DPW PPP Provinsi Jambi, Mirza Anshor, mengakui adanya permintaan uang sekitar Rp 100 juta kepada setiap caleg dari partai berlambang kabah ini,” Dana itu untuk keperluan operasional dan kampanye. kita menarik Rp.100 juta setiap caleg.” Ungkapnya kepada Info Jambi di ruang kerjanya, senin (25/8)..

Mencuatnya kasus ini setelah salah seorang kader PPP, Hamid Arifin mengungkapkan kepada pers, Sabtu kemaren, pimpinan partainya meminta uang sekitar Rp 100 juta untuk masuk sebagai caleg..

Ditambahkan Mirza, untuk menghadapi Pemilu tahun 2009 mendatang, PPP membutuhkan dana sekitar 6 hingga 7 Miliar rupiah, biaya operasional partai dan kampanye. Salah satu sumber dana itu dari iyuran para caleg ini.

Namun, lanjut anshori, setoran tersebut bersifat sukarela dan tidak wajib,” ketentuan partai memang ada, kita tidak memaksakan juga, sesuai kemampuan, lagi pula pembayarannya tidak harus tunai, tapi oleh bisa di angsur,” paparnya.

Sudah rahasia umum, untuk jadi caleg di sebuah parpol harus menyetor uang. Seperti yang dituturkan Hamid Arifin, Kader Partai Persatuan Pembangunan Propinsi Jambi.

Menurut Hamid Arifin, dirinya tidak bisa berbuat banyak, ketika pimpinan partainya meminta wajib setor sebesar rp 100 juta, kalau ingin jadi caleg PPP.

“Buat saya uang sebesar Rp 100 juta seperti yang dimintakan kepada dirinya merupakan jumlah yang cukup besar dan sangat tidak mungkin dirinya dapat menyediakannya. Tetapi, kalau buat membesarkan partai dan untuk biaya berkampanye mungkin bisalah dicarikan biayanya walaupun mesti mencari utangan kesana kemari,” katanya.

Salah satu upaya yang dilakukan Hamid, Hari Sabtu kemaren berangkat ke Jakarta menjumpai para petinggi DPP PPP guna menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapinya termasuk soal wajib setoran yang diminta pimpinan partainya di daerah.

“Saya akan menjumpai Ketua Umum DPP PPP dan Bahtiar Chamsyah yang diyakininya dapat membantu termasuk kalau – kalau di Jakarta nanti dirinya tak lagi ada biaya untuk hidup dan ongkos pulang ke Jambi,” sebutnya. Malahan untuk tambahan belanja selama di Jakarta, Hamid diberi uang sebesar Rp 50 ribu oleh wartawan Pelita.

Sumber: infojambi.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s