Pembalak Liar Hutan Sarolangun Divonis 3 Bulan

Posted: 16/05/2010 in KABA KAMPUNG KITO

Robert Hong, terdakwa kasus pembalakan hutan 133 hektare Hutan Produksi Terbatas (HPT) Sungai Napal, Kelompok Hutan Senami Bahar, Desa Sepintun Kecamatan Pauh, Rabu (12/5/2010) lalu divonis majelis hakim selama 3 bulan penjara serta denda Rp 25 juta subsider 1 bulan kurungan.

Tak hanya itu, barang bukti berupa satu unit buldozer Komatsu D-80 serta 1.680 batang pohon sawit diambil untuk negara. Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun, R Iswahyu Widodo, melalui Humas PN, Enan Sugiharto, mengatakan kalau kasus Robert Hong mulai terangkat saat tim operasi pengamanan kawasan hutan (OPKH) Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, turun ke lapangan pada 3 Juli 2009. Tim menemukan ada 133 hektare HPT yang dirambah Robert Hong, berdasarkan peta tata batas kawasan hutan.

“Sedangkan dari versi Robert Hong menyatakan, lahan miliknya tidak termasuk lahan HPT dan masih dalam Areal Penggunaan Lain (APL) dengan Robert Hong memperoleh lahan tersebut dengan memberikan ganti rugi lahan masyarakat Desa Sepintun,” ujar Enan.Lanjutnya, majelis hakim yang diketahui R Iswahyu Widodo sebelumnya dalam persidangan telah mendengarkan keterangan saksi-saksi, baik dari tim dari Dinas Kehutanan Pemprov Jambi, ahli pemetaan Dishut Jambi dan BPN Kabupaten Sarolangun, ahli hukum pidana dari Universitas Jambi, serta sejumlah warga masyarakat Desa Sepintun.

“Robert Hong dijerat dengan Pasal 50 ayat 3 UU nomor 41 tahun 1999 junto Pasal 78 KHUP. Vonis yang dijatuhkan kepada tersangka lebih rendah dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 6 bulan kurungan,” tegas Enan.

Saat disinggung soal pertimbangan vonis yang dijatuhkan majelis hakim, pria ini menerangkan adanya hal-hal yang meringankan berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan. Terdakwa percaya tanah yang telah diganti ruginya masih berada di kawasan APL.

Kemudian, pernyataan terdakwa didukung dengan keterangan kades, penduduk setempat serta salah seorang pegawai Kantor BPN Sarolangun yang melakukan pengukuran lahan. “Terdakwa melakukan banding, karena, menurutnya, lahan miliknya masih dalam APL sedangkan JPU menyatakan masih pikir-pikir,” katanya.(*)

Sumber: www.jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s