401 Warga Provinsi Jambi Menderita HIV/AIDS

Posted: 19/05/2010 in BERITA PROVINSI

Penyebaran human immunodeficiency virus (HIV)/AIDS di Provinsi Jambi cukup pesat. Data per Mei 2010, jumlah penderita HIV/AIDS tercatat 401 orang. Rincinya, HIV 211 orang dan AIDS 190 orang. 50 penderita dinyatakan sudah meninggal dunia.

Penularan di Kota Jambi lebih banyak pada penggunaan jarum suntik, seks bebas baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis, penularan dari bayi, serta transaksi medic yaitu donor darah maupun cuci darah. Pasalnya, HIV bisa ditularkan melalui darah, cairan vagina/cairan sperma dan air susu ibu.
Infeksi awal yang terjadi pada penderita HIV di Kota Jambi sering tidak disadari. Soalnya, gejala yang timbul tak beda dengan penyakit ringan lain. Seperti gangguan kelenjar yang menimbulkan efek seperti demam, gatal-gatal, nyeri sendi dan pembekakan pada limpa.

Saat ditemui di kantornya, Direktur Yayasan SIKOK Jambi, Suminah menegaskan, ratusan penderita sudah berhasil dideteksi. “Termasuk mereka yang sudah mendapatkan pengobatan. Belum lagi mereka yang tidak mau memeriksa kesehatan. Jumlah yang tidak diketahui kemungkinan jauh lebih besar dari jumlah itu,” ujarnya, Selasa (18/5/2010).

Data yang Yayasan SIKOK yang disamakan dengan komisi penanngulangan AIDS (KPA), penderita HIV/AIDS terus meningkat. Upaya mencegah penularan virus mematikan itu sudah banyak dilakukan SIKOK maupun lembaga peduli HIV/AIDS lain di provinsi Jambi.

Mulai dari penjangkauan, pendampingan, dan penguatan penderita baik dari keluarga maupun mentalnya. “Untuk pendampingan, hasil yang diperoleh tidak cukup dengan waktu tiga atau hingga lima tahun,” ujar Sumi –sapaan akrab Sumina–, lagi.

Peningkatan penderita HIV/AIDS kebanyakan dialami warga usia 20 hingga 29 tahun. Makanya, dia menghimbau kepada pemerintah agar lebih serius menangani masalah ini. Program-program pencegahan HIV kepada anak sekolah dapat berupa pelatihan, informasi, event, serta berbagai macam lainnya. Tujuannya agar penderita HIV tidak didiskriminasi dan upaya pencegahan bisa sedini mungkin dilakukan.

Berdasar data Yayasan sikok yang telah berdiri dari tahun 1997, pihak yayasan mendampingi 40 hingga 50 orang di tahun ini. Terkadang mereka mendapatkan kendala akibat keterbatasan di rumah sakit sendiri.

Untuk diketahui, penderita HIV belum tentu positif mengidap AIDS. Sebaliknya, mereka yang divonis AIDS positif mengidap virus HIV. Menurut Chandra, pengelola program KPA, Kota Jambi memiliki penderita terbanyak dibanding daerah lain, “hanya saja jumlahnya sedikit yang diketahui,” katanya.

Dijelaskan, dari jumlah penderita yang ada di Jambi, rata-rata penderita berusia di atas 20 tahun. Itu menunjukkan bahwa usia produktif lebih banyak mengalami penyakit HIV dari pada remaja. Tetapi, bisa saja penularan HIV terjadi karena hubungan seksual bebas di kalangan pelajar.(*)

sumber: http://jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s