Aset jadi Tempat Mesum, Dewan Minta Pengawasan Diperketat

Posted: 19/05/2010 in KABA KAMPUNG KITO

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sarolangun meminta kepada Pemkab Sarolangun untuk melakukan pengawasan ketat terhadap sejumlah aset daerah yang dimiliki Kabupaten Sarolangun, mengingat akhir-akhir ini banyak kasus mesum yang dilakukan oleh oknum siswa yang berada di lokasi aset daerah.

Banyaknya aset daerah seperti Pasar Pelawan, Bathin VIII Pasar Pauh serta beberapa los di pasar bawah, menyebabkan ada ruang bagi mereka yang melakukan perbuatan yang tidak senonoh di lokasi tersebut.
“Kita lihat akhir-akhir ini banyak terjadi mesum di beberapa asset daerah yang belum difungsikan,” ungkap Supratman, anggota DPRD Sarolangun dari Dapil Sarolangun-Batin VIII diamini oleh Khurmin, anggota DPRD yang juga dari Dapil yang sama.

Menurut keduanya, pemkab melalui dinas terkait harus lebih jeli dalam menanggapi persoalan tersebut, mengingat masih banyak aset daerah yang belum difungsikan sehingga membuat celah bagi mereka untuk melakukan perbuatan yang tidak wajar.

Jika aset daerah seperti pasar yang telah dibangun dan menghabiskan uang ratusan juta bahkan miliaran tersebut dijaga atau difungsikan, tentunya hal ini akan menutup ruang bagi para remaja atau pelajar untuk melakukan atau berbuat mesum di tempat tersebut.

“Kalau bisa di lokasi-lokasi tersebut ditempatkan penjaga dari Sat Pol-PP sehingga lokasi tersebut tetap terjaga baik kebersihan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Selain meminta kepada Sat Pol-PP untuk melakukan penjagaan anggota DPRD dari Dapil I ini juga meminta kepada pihak Diknas dan sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap siswanya, sehingga mereka tidak lagi berbuat yang mencoreng nama baik dunia pendidikan.

Sementara itu Kasat Pol-PP Kabupaten Sarolangun Deshendri ketika dikonfirmasi, mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan razia tiga hari dalam seminggu, hal ini tidak terlepas dari banyaknya laporan dan permintaan dari masyarakat terkait banyaknya kasus asusila yang dilakukan oleh para remaja dan pelajar di berbagai lokasi. “Ya, kita sudah melakukan razia rutin setiap minggu sebanyak tiga kali,” ungkapnya.

Dikatakannya, sudah menjadi kewajibannya sebagai aparatur pemerintah yang dibebankan untuk mengamankan perda masalah pekat baik minuman keras, judi dan warung remang-remang.(*)

Sumber: http://jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s