Karyawan PT EMAL dan PT IAL Lubuk Kepayang Bentrok

Posted: 19/05/2010 in KABA KAMPUNG KITO

Karyawan pihak PT EMAL dan PT IAL, Selasa (18/5/2010) sekitar pukul 10.00 bentrok di Desa Lubuk Kepayang. Belum diketahui penyebab kejadian yang melibatkan kedua perusahaan yang sejak tiga tahun itu selalu berselisih. Namun, diduga penyebabnya berawal masalah lahan. Akibat kejadian itu, beberapa orang dikabarkan mengalami luka-luka.

Informasi yang diperoleh, pertikaian bermula ketika satu unit alat berat (eksavator) milik PT EMAL sedang melakukan land clearing dan menimbun kanal di areal di Desa Lubuk Kepayang, yang katanya dalam keadaan status quo, alias tidak boleh digarap oleh kedua perusahaan karena masih bersengketa.
Aktivitas tersebut diketahui oleh security PT IAL. Kemudian, petugas pihak PT EMAl yang tengah bekerja dan meminta menghentikan aktivitasnya. Karena menurut petugas PT IAL, lahan tersebut tidak boleh digarap oleh PT EMAL maupun PT IAL karena masih berstatus quo.

“Status quo ini sesuai dengan perundingan PT EMAL dan PT IAL sewaktu melakukan pertemuan di DPRD sarolangun beberapa waktu lalu,” terang sumber ini.

Namun, pihak PT IAL dan PT EMAL saat dihubungi secara terpisah memberikan keterangan yang berbeda. Humas PT EMAL, Kamal, menyatakan berdasarkan keterangan stafnya yang berada di lapangan, orang perusahaan PT IAL membawa massa ke lokasi milik PT EMAL. “Itu informasi yang saya peroleh via handphone dari Humas saya yang di lapangan,” ujar Kamal.

Soal penyebab bentrok, Kamal mengaku tidak tahu pasti. Namun, katanya, lahan di Desa Lubuk Kepayang masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) PT EMAL.

Soal perundingan di DPRD Sarolangun mengenai upaya pemberlakuan status quo lahan tersebut, Kamal tidak menepisnya. Hanya saja, pihaknya tidak menandatangani berita acara tersebut dengan alasan PT EMAL memiliki HGU di atas lahan tersebut.

“Kayaknya dia (IAL, red) mau menyerobot atau gimana lah, memang sewaktu di DPRD lahan itu mau di status quo kan, tapi perlu diingat kami tidak pernah menandatangani kesepakatan itu, dan di pengadilan EMAL menang,” kata Kamal lagi.

Ditambahkannya, pihak PT IAL yang mendahului melempar bahkan dari PT EMAL juga ada menjadi korban. “Kita hadapi, mereka yang mendahului melempar. Kami mempertahankan wilayah itu,” tandas Kamal.

Sementara, Manager PT IAL, Wilfred, membantah keterlibatan PT IAL. Dia menerangkan, hal tersebut murni bentrok warga Desa Kasang Melintang. “Bukan PT IAL, tapi masyarakat Desa Kasang Melintang berdasarkan laporan dari askep kebun.

Warga Kasang Melintang, katanya sih gak tahu, dengan pihak EMAL kali ya,” tutur Wilffred. Dirinya menegaskan, hingga sejauh ini pihak PT IAL dan PT EMAL tidak pernah ada pertikaian.

Ketika disinggung soal statement (pernyataan) pihak EMAL yang menyatakan pihak PT IAL yang memulai pertikaian, Wilfred membantah. “Tidak. Itu murni masyarakat Desa Kasang Melintang, tidak ada kaitan dengan PT IAL,” ujar Wilfred lagi.

Sementara itu, Kapolres Sarolangun, AKBP Mintarjo, melalui Kasat Reskrim, AKP Sunhot P Silalahi, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut dan menerangkan hingga berita ini diturunkan pihak kepolisian masih turun ke lapangan dan melakukan penyelidikan.(*)

sumber: http://jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s