Desak Kades Lengser, Ratusan Warga Duduki Kantor Bupati

Posted: 23/05/2010 in BERITA PROVINSI

Dituding tidak mampu mengayomi masyarakat Desa Muara Kibul, Kecamatan Tabir Barat, Merangin, Kades setempat Marjulis, didesak ratusan warga Desa Muara Kibul, lewat aksi demontrasi untuk segera lengser dari kursi jabatanya.

Lewat aksi demonstrasi damai, ratusan warga Desa Muara Kibul tersebut menuju kantor Bupati Merangin dengan empat truk, dengan jumlah massa lebih dari 200 jiwa.

Aparat yang sudah mengetahui hadirnya aksi demonstrasi tersebut, sudah berjaga di depan kantor Bupati Merangin sejak pukul 09.00, meski para pendemo yang juga tidak sedikit di antara mereka para kaum hawa, baru tiba di kantor Bupati Merangin sekitar pukul 10.30 WIB.
Tak menunggu lama, beberapa orator aksi demonstrasi tersebut, langsung menyuarakan aspirasinya agar Bupati Merangin, segera mencopot jabatan Marjulis dari Kades setempat .

”Kami sudah tidak percaya lagi dengan kepemimpinan Kades Muara Kibul, yang semaunya sendiri, penuh arogansi dan sama sekali keberadaanya tidak mengayomi masyarakat Desa kami.

Kehadiran kami di sini, tidak ada maksud lain, selain meminta agar Bupati Merangin segera mencopot jabatan Marjulis dari jabatan yang baru satu tahun terakhir ditanganya,” ungkap Zulkifli (24), dalam oratornya di depan aparat Polres Merangin, yang berjaga ketat, kemarin.

Tak hanya Zulkifli, Mudani (25) juga warga setempat dalam orasinya mengatakan, jika warga Desa Muara Kibul sangat mendambahkan pemimpin Desa yang arif dan bijaksana.

“Pemerintahan Desa sama sekali tidak berjalan sebagaimana mestinya, sejak dipimpin Marjulis. Apapun kebijakan Kabupaten, termasuk keuangan Pemdes, sama sekali tidak ada ketransparanan terhadap warga Desa kami,” tukasnya.

Setelah lebih dari 30 menit berorasi di depan aparat Polres Merangin dan Sat-pol PP Merangin yang berjaga ekstra ketat di depan pintu masuk utama kantor Bupati, nampak belum juga ada tanda-tanda, Bupati Merangin akan menjambangi para pendemo.

“Kami hanya butuh bertemu dengan bupati, tidak lebih. Dan permintaan kami, semata-mata ingin agar Kades Muara Kibul lengser dari jabatanya,” tukas salah seoarang pendemo, lantang.

Lantaran belum ada tanda-tanda Bupati akan menemui pendemo, membuat para pendemo mulai gerah. Bahkan, pintu pagar besi setinggi dua meter lebih yang menghadang laju para pendemo untuk menerobos masuk ke kantor Bupati Merangin, sempat didorong para demontrasi.

Tak berapa lama kemudian, beberapa perwakilan demontrasi dipersilahkan masuk untuk menyampaikan aspirasinya terhadap Bupati Merangin di ruang pertemuan kantor Bupati Merangin lantai II.

Bupati Sempat Marah
Diduga kesal dengan penyampaian aspirasi warga lewat aksi demontrasi, membuat Bupati Merangin Nalim, sempat marah besar, saat bertemu perwakilan demontrasi di salah satu ruang pertemuan kantor Bupati Merangin.

”Tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan. Semua bisa diselesaikan. Mau tidak diselesaikan, kalau tidak mau keluar semua,” ungkap Bupati Merangin, sembari menghentakkan tanganya di meja beberapa kali.

Setelah semuanya terdiam di ruang yang berukuran 5 x 5 meter, barulah Bupati Merangin kembali mengatakan. ”Ayo silakan siapa yang akan berbicara menyampaikan aspirasinya,” tambahnya dengan nada datar.

Kesempatan yang diberikan Bupati Merangin tersebut, dimanfaatkan Zulkifli, perwakilan demonstrasi dengan pernyataan, jika warga desa sudah tidak tahan dipimpin Kades yang dinilai arogan.

”Kehadiran kami di sini, hanya ingin meminta Bupati Merangin, segera mencopot jabatan Marjulis sebagai Kades Muara Kibul. Hanya itu. Dan kami tidak ada pulang, sebelum ada pernyataan dari Bupati Merangin jika Marjulis sudah di-nonaktif-kan dari jabatan sebagai Kades Muara Kibul,” ucap Zulkifli.

Tak hanya Nalim, lantaran para perwakilan terus mendesak Bupati Merangin untuk membuat peryataan di atas kertas, agar Kades Muara Kibul segera dinonaktifkan, membuat Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Arif Buchori, yang ikut mendampingi Bupati Merangin dalam pertemuan dengan perwakilan demontrasi, juga terkena sindrom marah – marah.

”Hormati Bupati Merangin, jangan menyerobot bupati yang sedang berbicara, jika tak ingin diselesaikan secara baik, ayo keluar,” timpal Letkol Inf Arif Buchori, juga dengan nada keras.

Setelah semuanya terdiam, Bupati Merangin pun melanjutkan pembicaraanya, dengan pernyataan akan segera menindaklanjuti laporan warga ini, dengan membentuk tim khusus, guna menginvestigasi keluhan warga.

”Ya, akan segera kita sikapi, setelah Kades kita periksa, barulah hasil pemeriksaan tersebut, dapat kita buat keputusan Bupati Merangin,” tegas Bupati Merangin, seraya meminta limit (batas) waktu terhadap para warga, yang berdemonstrasi.

Setelah mendengar peryataan tersebut, Bupati Merangin bersama para perwakilan demonstran, mendatangi para demonstran yang mencapai angka 200 lebih, guna menjelaskan hasil pertemuan dengan perwakilan demonstran.

Warga Ancam Menginap
Sayang, penjelasan Bupati Merangin Nalim, secara arif dan bijaksana terhadap para demonstran, justru tidak membuat para demonstran kembali ke Desa Muara Kibul, sembari menunggu hasil keputusan Bupati Merangin. Bahkan, mereka berjanji tidak akan meninggalkan kantor Bupati Merangin, sebelum adanya keputusan dari Bupati Merangin menonaktifkan Kades Muara Kibul Marjulis, secara tersurat .

“Biarlah kami di sini, sampai Bupati Merangin memberikan kepastian. Tak usah khawatir, kami juga membawa banyak alat masak, jika memang harus menginap di sini,” tukas Sumirah (34), IRT yang ikut berdemo.

Hasil pantauan koran ini, hingga pukul 17.00, ratusan warga Desa Muara Kibul tampak masih bertahan di jalur hijau, tepat di depan kantor Bupati Merangin. Bahkan, ada di antara mereka yang mulai mengeluarkan berbagai perkakas memasak, yang memang sudah dibawa sejak dari rumah. Sementara itu, hingga berita ini, diturunkan, Marjulis, Kades Muara Kibul, belum berhasil dikonfirmasi.(*)

Sumber: www.jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s