Pasokan BBM Dikurangi, Bensin Dijual Rp7000 Seliter

Posted: 15/06/2010 in KABA KAMPUNG KITO

Antrian panjang terus memadati SPBU di Sarolangun. Salah satunya SPBU yang berlokasi di Tanjung Rambai, Kelurahan Gunung Kembang, Sarolangun. Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium sulit didapat oleh para pengguna kendaraan roda dua dan empat.

Dampak dari kelangkaan BBM tersebut, harga eceran melonjak naik. Seminggu lalu harga per liter bensin hanya berkisar Rp 6 ribu, kini jadi Rp 7 ribu per liter.

Manager SPBU Tanjung Rambai, Efendi, saat ditemui di kantor SPBU Tanjung Rambai mengakui, seminggu terkhir lokasi SPBU selalu padat. Menurutnya, antrian panjang oleh ratusan pengisi BBM di SPBU yang dipimpinnya itu muncul setelah adanya pengurangan pasokan premium sejak sepekan yang lalu.

Pengurangan pemasokan itu bukanlah kehendak pihaknya. Namun, itu buntut peraturan Pertamina Jambi yang direkomendasikan ke pemasok atau penyalur dari Lubuk Linggau.

“Sejak Sabtu (5/6/2010) lalu pemasukan BBM jenis premium berkurang 10.000 liter sehari. Sebelumnya, jumlah premuim masuk ke SPBU ini 26 ribu liter per hari. Tapi, setelah adanya peraturan baru menjadi 16 ribu per hari,” jelasnya, kemarin (11/6/2010).

Selain itu, ketika disinggung terkait stok BBM Sarolangun akan berkurang setelah adanya pengurangan pemasokan sebagaimana peraturan yang dibuat Pertamina Jambi, dengan ramah Efendi mengaku cukup. Namun, saking banyak konsumen yang mengisi derigen untuk menjual minyak secara eceran, maka stok BBM jenis premium terus berkurang.

“Terkait kondisi padatnya antrian para pengendara motor dan mobil SPBU, pada Kamis (9/6) kemarin kami sudah laporkan secara resmi pada bagian perdagangan di Dinas Disperindagkop Sarolangun. Mereka akan mengatur langkah agar masyarakat Sarolangun tidak kekurangan BBM,” tuturnya.

Sementara itu, Efendi menegaskan, kendati pemasokan BBM berkurang, namun harga premium tetap stabil seperti biasa, yakni Rp 5.500 per liter.

Di tempat terpisah, Seman, salah seorang pemuda Suka Sari, Sarolangun mengakui harga eceran BBM meningkat Rp 1.000 per liter. Menurutnya, seminggu lalu harga eceran BBM hanya Rp 6 ribu. Sedangkan kini menjadi Rp 7 ribu.

Tak hanya Sarolangun, di Bungo pun BBM mengalami kelangkaan. Pengurangan jatah minyak di beberapa SPBU Bungo berdampak sangat besar bagi masyarakat setempat. Kelangkaan BBM malah dimanfaatkan segelintir orang untuk menjual minyak dengan harga tinggi.

Menanggapi masalah itu, Pemkab Bungo berupaya untuk melakukan antisipasi. Salah satunya dengan membatasi penjualan bensin di SPBU, terutama bagi kendaraan jenis tronton serta pedagang minyak eceran.

SPBU harus mengutamakan kendaraan umum. Sedangkan, penjualan bagi truk-truk tronton, hanya boleh dikasih jatah minyak maksimal 20 liter per 1 unit.(*)

Sumber: http://www.jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s