4.000 Peserta SNMPTN, Berebut 700 Kursi PTN

Posted: 18/06/2010 in BERITA PROVINSI, HOT NEWS

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) digelar di kampus Unja Mendalo Darat, kemarin (16/6/2010). Sebanyak 4.000 calon mahasiswa baru bersaing untuk memperebutkan 700 kursi yang khusus disediakan Unja untuk peserta yang melalui jalur SNMPTN.

Secara umum, ujian tertulis tersebut terlihat tertib, walaupun ada siswa yang sudah mendaftar tidak mengikuti ujian. Menurut Muazza, ketua panitia lokal SNMPTN, hampir setiap lokal yang disediakan untuk ujian, ada sekitar 7-8 orang yang tidak hadir. “Berdasarkan pengalaman yang sudah, biasanya ada sekitar 10 % bangku kosong karena peserta tidak datang,” katanya.Ketidakhadiran siswa ini, menurutnya, karena mereka lulus di jalur Ujian Masuk Bersama (UMB). “Biasanya mereka membuat cadangan, karena khawatir gagal di satu pintu. Selain mendaftar di UMB mereka juga mendaftar di jalur SNMPTN. Setelah di UMB lulus, mereka tidak mengikuti tes SNMPTN. Rata-rata setiap kelas ada yang absen. Ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan di UMB relatif besar,” jelasnya.

Dari tiga jurusan yang disediakan, jurusan IPS lah yang paling besar peminatnya pada jalur SNMPTN. “IPS diikuti 1.452 peserta, IPC 1.442, dan IPA 1.402. Tingginya peminat IPS karena siswa dari jurusan IPA juga bisa masuk IPS, tetapi tidak untuk sebaliknya,” imbuhnya.

Apakah ada jaminan bahwa tidak ada joki dalam tes SNMPTN? “Saya jamin tidak ada,” tegas Rektor Unja, Kemas Arsyad Somad. Ketatnya sistem yang diberlakukan Unja tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk memakai jasa joki. “Joki itu hanya ada di kota-kota besar. Kita bisa membedakan yang mana joki dan yang mana siswa asli,” ungkap Kemas.

“Peserta juga harus memverifikasi data mereka sesuai dengan SKHUN asli dan nomor peserta yang diacak juga menyulitkan sistem perjokian. Selama ini Unja bersih dari kasus joki,” timpal Muazza.

Di luar SNMPTN, menurut Kemas Arsyad Somad, kesempatan untuk mengenyam pendidikan di universitas negeri sangat terbuka lebar. “Universitas Jambi dan juga universitas lain yang ada di Indonesia, memberikan peluang masuk melalui empat pintu. Bahkan ada yang lebih, tergantung dengan kebijakan universitas tersebut. Unja sendiri membuka lima pintu, yaitu PMDK, PPI, UMB, SNMPTN dan jalur mandiri,” jelas Kemas Arsyad Somad dalam jumpa pers di gedung Rektorat Unja, kemarin.

Menurut dia, jalur PMDK memberikan kesempatan kepada siswa daerah melalui jalur prestasi berdasarkan nilai raport dari awal. Jalur ini ditempuh tanpa tes dengan kuota antara 300-400 siswa. Tetapi berdasarkan pengalaman yang sudah, terjadi penyimpangan dan kecurangan yang dikenal dengan istilah “cuci raport”.

“Mulai tahun depan, siswa PMDK pun akan tetap dites. Karena ada kecurangan dengan mengganti nilai raport siswa menjadi tinggi dari pada aslinya. Kita menginginkan siswa yang benar-benar berprestasi,” katanya.

Selanjutnya jalur PPI, juga menjaring siswa daerah dengan kuota kurang lebih 800 orang. Jalur yang disebut sebagai jalur khusus tersebut memang sedikit lebih mahal dibanding pintu masuk yang lain. “Mahasiswa yang masuk melalui jalur PPI memang dikenakan sumbangan ke fakultas masing-masing yang masuk ke kas negara dan digunakan untuk pembangunan Unja sendiri,” terang Kemas.

Menurutnya, jalur UMB yang telah selesai dilaksanakan, peminatnya jalur tersebut sangat tinggi. Ini terlihat dari jumlah siswa yang mengikuti UMB lebih dari 6.000 orang. Jalur tersebut diikuti oleh 12 universitas negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara SNMPTN yang baru dilaksanakan, kemarin (16/6/2010) diikuti 35 universitas negeri. Khusus Unja menargetkan kuota  600-700 orang.(cr08)

sumber: http://www.jambi-independent.co.id

4.000 Peserta Berebut 700 Kursi PDF Cetak E-mail

Dibaca: 14 kali.

Metro Jambi
Ditulis oleh cr08
Kamis, 17 Juni 2010 13:09
Ujian SNMPTN di Unja Berlangsung Tertib

MENDALO DARAT – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) digelar di kampus Unja Mendalo Darat, kemarin (16/6). Sebanyak 4.000 calon mahasiswa baru bersaing untuk memperebutkan 700 kursi yang khusus disediakan Unja untuk peserta yang melalui jalur SNMPTN.

Secara umum, ujian tertulis tersebut terlihat tertib, walaupun ada siswa yang sudah mendaftar tidak mengikuti ujian. Menurut Muazza, ketua panitia lokal SNMPTN, hampir setiap lokal yang disediakan untuk ujian, ada sekitar 7-8 orang yang tidak hadir. “Berdasarkan pengalaman yang sudah, biasanya ada sekitar 10 % bangku kosong karena peserta tidak datang,” katanya.

Ketidakhadiran siswa ini, menurutnya, karena mereka lulus di jalur Ujian Masuk Bersama (UMB). “Biasanya mereka membuat cadangan, karena khawatir gagal di satu pintu. Selain mendaftar di UMB mereka juga mendaftar di jalur SNMPTN. Setelah di UMB lulus, mereka tidak mengikuti tes SNMPTN. Rata-rata setiap kelas ada yang absen. Ini menunjukkan bahwa tingkat kelulusan di UMB relatif besar,” jelasnya.

Dari tiga jurusan yang disediakan, jurusan IPS lah yang paling besar peminatnya pada jalur SNMPTN. “IPS diikuti 1.452 peserta, IPC 1.442, dan IPA 1.402. Tingginya peminat IPS karena siswa dari jurusan IPA juga bisa masuk IPS, tetapi tidak untuk sebaliknya,” imbuhnya.

Apakah ada jaminan bahwa tidak ada joki dalam tes SNMPTN? “Saya jamin tidak ada,” tegas Rektor Unja, Kemas Arsyad Somad. Ketatnya sistem yang diberlakukan Unja tidak memberikan kesempatan bagi siswa untuk memakai jasa joki. “Joki itu hanya ada di kota-kota besar. Kita bisa membedakan yang mana joki dan yang mana siswa asli,” ungkap Kemas.

“Peserta juga harus memverifikasi data mereka sesuai dengan SKHUN asli dan nomor peserta yang diacak juga menyulitkan sistem perjokian. Selama ini Unja bersih dari kasus joki,” timpal Muazza.

Di luar SNMPTN, menurut Kemas Arsyad Somad, kesempatan untuk mengenyam pendidikan di universitas negeri sangat terbuka lebar. “Universitas Jambi dan juga universitas lain yang ada di Indonesia, memberikan peluang masuk melalui empat pintu. Bahkan ada yang lebih, tergantung dengan kebijakan universitas tersebut. Unja sendiri membuka lima pintu, yaitu PMDK, PPI, UMB, SNMPTN dan jalur mandiri,” jelas Kemas Arsyad Somad dalam jumpa pers di gedung Rektorat Unja, kemarin.

Menurut dia, jalur PMDK memberikan kesempatan kepada siswa daerah melalui jalur prestasi berdasarkan nilai raport dari awal. Jalur ini ditempuh tanpa tes dengan kuota antara 300-400 siswa. Tetapi berdasarkan pengalaman yang sudah, terjadi penyimpangan dan kecurangan yang dikenal dengan istilah “cuci raport”. “Mulai tahun depan, siswa PMDK pun akan tetap dites. Karena ada kecurangan dengan mengganti nilai raport siswa menjadi tinggi dari pada aslinya. Kita menginginkan siswa yang benar-benar berprestasi,” katanya.

Selanjutnya jalur PPI, juga menjaring siswa daerah dengan kuota kurang lebih 800 orang. Jalur yang disebut sebagai jalur khusus tersebut memang sedikit lebih mahal dibanding pintu masuk yang lain. “Mahasiswa yang masuk melalui jalur PPI memang dikenakan sumbangan ke fakultas masing-masing yang masuk ke kas negara dan digunakan untuk pembangunan Unja sendiri,” terang Kemas.

Menurutnya, jalur UMB yang telah selesai dilaksanakan, peminatnya jalur tersebut sangat tinggi. Ini terlihat dari jumlah siswa yang mengikuti UMB lebih dari 6.000 orang. Jalur tersebut diikuti oleh 12 universitas negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Sementara SNMPTN yang baru dilaksanakan, kemarin (16/6) diikuti 35 universitas negeri. Khusus Unja menargetkan kuota  600-700 orang.(cr08)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s