Pemilukada Jambi, Lima Daerah Rawan Serangan Fajar

Posted: 18/06/2010 in BERITA PROVINSI, HOT NEWS

Serangan fajar dengan praktik politik uang (money politic) jelang hari pencoblosan 19 Juni 2010, disinyalir mulai terjadi. Panwas Pemilukada Provinsi Jambi sudah banyak menerima informasi secara lisan maupun via short message service (pesan singkat/SMS) terkait kegiatan yang sangat dilarang tersebut.

Trik yang marak digunakan adalah dengan membagikan sembilan bahan pokok (sembako) berupa beras dan uang kepada masyarakat agar memilih pasangan tersebut.

“Saya sudah banyak mendapatkan informasi baik lisan, maupun melalui SMS sudah marak kegiatan serangan fajar dengan membagikan sembako, yakni beras dan uang,’’ kata Ketua Panwas Pemiluka Provinsi Jambi, Salahuddin, saat ditanya soal aktivitas pasangan kandidat selama masa tenang, kemarin.
Menurut Salahuddin, selama masa tenang hingga malam pencoblosan mereka akan meningkatkan pengawasan. Ada lima daerah yang menjadi prioritas pengawasan tersebut. Yakni, Kota Jambi, Muarojambi, Batanghari, Kerinci, dan Merangin.  Dia beralasan, kelima daerah tersebut kepala daerahnya tidak ikut terlibat langsung dalam pilkada.

“Kita melihat lima daerah itu akan menjadi rebutan pasangan kandidat. Dan, kemungkinan terjadinya kegiatan serangan fajar itu sangat terbuka. Ini akan kita awasi secara intens. Disamping itu, kita akan mengaktfikan semua pengawasan hingga ke tingkat desa,” katanya.

Salahuddin menghimbau dan berharap selama masa tenang, semua pasangan kandidat patuh dan taat terhadap peraturang perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau kandidat sudah kembali dan masa cuti kampanye sudah habis, diharapkan tidak memanfaatkan jabatan untuk melakukan tindakan yang menyalahi aturan,” jelasnya.

Sementara itu, hingga masa tenang, Rabu (16/6/2010), atribut kampanye pasangan kandidat berupa baliho dan stiker masih bertebaran di setiap sudut dan pusat Kota Jambi. Belum ada tanda-tanda tindakan yang dilakukan KPUD maupun Panwas yang bekerjasama dengan Satpol PP untuk menertibkan atribut tersebut.

Ketua KPUD Provinsi Jambi Muhammad Yasir Arafat, mengatakan, sejak jauh-jauh hari pihaknya sudah meminta kepada semua tim sukses maupun tim kampanye untuk menurunkan semua atribut atau alat peraga.

“Kita berharap kepada semua pihak, termasuk tim sukses untuk saling kerjasama menertibkan atribut. Selain itu, kita juga sudah meminta kepada semua KPUD kabupaten/kota untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak,” katanya, kemarin (16/6).

Bagaimana dengan pelanggaran selama kampanye? Menurut Yasir, pada umumnya pelanggaran dilakukan oleh semua pasangan calon. Dia mengaku sudah menindaklanjuti laporan pelanggaran tersebut dengan menjatuhkan sanksi administrasi. ”Sanksinya bersifat teguran. Terakhir kali Senin (14/6), soal pelanggaran itu kita bahas di rapat pleno,” jelasnya.

Namun, Yasir belum bisa memastikan berapa total pelanggaran administrasi secara keseluruhan. Dia beralasan sedang sibuk melakukan proses rekapitulasi jumlah pelanggaran yang sudah terjadi. “Yang jelas secara umum masa kampanye berjalan dengan tertib dan tidak ada gesekan. Ini sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya.

Tak jauh beda dengan KPUD, Ketua Panwas Pemilukada Provinsi Jambi, Salahuddin, mengaku jauh-jauh hari sudah menyampaikan kepada semua pengawasan di kabupaten/kota dan tim kampanye kandidat untuk berkoordinasi menertibkan atribut yang masih dipasang.

“Sesuai aturan, satu hari sebelum jadwal pencoblosan, semua atribut sudah bersih. Tim kampanye diberikan waktu selama tiga hari (masa tenang) untuk melakukan pembersihan. Jika masih ada, jelas itu termasuk pelanggaran dengan kategori kampanye terselubung,” katanya.

Aturan yang dimaksud adalah Pasal 38 dan Pasal 52 Peraturan KPU nomor 69 tahun 2009. Menurut Salahuddin, selama tiga hari ini, pihaknya tetap intens melakukan komunikasi maupun koordinasi dengan tim kampanye kandidat agar proses penertiban atribut berjalan dengan baik.

“Kita berusaha agar penertiban ini tidak ada tindakan yang anarkis. Makanya, kita mewanti-wanti agar komunikasi tersebut terbangun,” ujarnya.

HBA Kumpul Keluarga, MM Luncurkan Buku
Sementara itu, masa tenang dimanfaatkan pasangan kandidat untuk memenangkan, setelah 15 hari melakukan kampanye yang banyak menyita waktu dan tenaga. Cagub nomor urut 1, Zulfikar Achmad misalnya.

Dia memilih untuk istirahat selama tiga hari masa tenang. “Saya istirahat. Semua kegiatan yang bernuansa politik di-stop. Saya bersama tim sukses dan kampanye sudah komitmen untuk taat dengan aturan,” katanya.

Tidak jauh beda, cagub nomor urut 2, Hasan Basri Agus juga menggunakan masa tenang untuk istirahat. Disamping itu, dia juga melanjutkan kembali aktivitasnya sebagai kepala daerah setelah melaksanakan cuti selama jadwal kampanye.

“Bagi saya, membangun dan mensejahterakan masyarakat Sarolangun merupakan tanggung jawab sekaligus ibadah yang saya jalani dengan ikhlas,” katanya.

Selain itu,  mantan Sekda Kota Jambi itu juga mengaku melaksanakan agenda berkumpul bersama keluarga. “Berkumpul bersama anak, istri merupakan momen hidup yang paling membahagiakan dan dukungan serta doa dari keluarga menjadi obat lelah yang mujarab,” sebutnya.

“Saya juga rutin bersama ibu dan keluarga melaksanakan ziarah ke makam orang tua dan menggelar yasinan, serta tetap melakukan istikharoh,” sambungnya.

HBA juga memberitahukan, bahwa dirinya mengadakan sayembara yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat. Siapapun yang menemukan dan melihat secara langsung praktek politik uang, pihaknya akan memberikan hadiah.

“Tentu saja, orang yang melihat terjadinya politik uang harus membawa bukti otentik, termasuk saksi-saksi,” katanya.

Cagub nomor urut 3, Madjid Mu’az (MM) juga kembali melaksanakan tugasnya sebagai pejabat pemerintahan. Malam tadi,  Bupati Tebo dua periode itu meluncurkan buku sejarah Tebo di Hotel Abadi. Acara dihadiri berbagai kalangan.

“Kalau aktivitas kampanye tidak ada lagi. Istirahat. Tapi tetap ada kegiatan,” kata Sekretaris Tim Pemenangan MM-Hich Ahmad Khoiri.

Kegiatannya kemarin, hanya diisi dengan menerima tamu dari sejumlah tokoh masyarakat dan tim. Selanjutnya melayat ke salah seorang tim yang meninggal dunia. “Lalu peluncuran buku sejarah Tebo,” jelasnya.

Sementara itu, cagub nomor urut 4, Safrial juga sudah kembali ke Kualatungka. Menurut Koordinator Tim Sukses Safrial-Agus (SAS), Lukman Djafrie, selama masa tenang, Safrial memlilih istirahat dan kembali menjalankan aktifitasnya sebagai Bupati Tanjab Barat. “Istirahat. Kalau kampanye kan sudah. Tidak boleh lagi pada masa tenang,” katanya.

Namun, ia mengaku belum ada komunikasi dengan Safrial hingga kemarin. “Beliau ingin istirahat,” ujarnya.(*/nid) Sumber:

http://www.-jambi-independent.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s