40 Unit Kios Pasar Atas Sarolangun Ludes Terbakar

Posted: 26/06/2010 in HOT NEWS, KABA KAMPUNG KITO

Sebanyak 40 unit kios di Pasar Atas Sarolangun sekitar pukul 02.30 dini hari (22/6/2010), ludes dilalap si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas itu.

Dari data yang dirangkum, kebakaran diduga berawal dari munculnya gumpalan asap dari salah satu kios alat tulis dan foto kopi yang merambat ke toko-toko manisan dan buah-buahan yang sebagian besar bermaterial kayu.

Melihat asap menggumpal, warga langsung berinisiatif menghubungi tim pemadam kebakaran (Damkar) Sarolangun.

Selang 15 menit kemudian, sebanyak tiga unit mobil damkar sudah berada di lokasi kebakaran, namun sialnya mobil damkar tak bisa beroperasi secara optimal karena terjebak di tengah-tengah kerumunan. Selain itu, mobil Damkar yang diturunkan ke lokasi ternyata tidak disiapkan dengan air siap semprot sehingga mobil damkar terpaksa meninggalkan lokasi kebakaran untuk mengisi air.

Ironisnya, selama mobil damkar pergi mengisi air penyemprotan, api terus menjalar dan membesar ke hampir seluruh bangunan kios. Sehingga warga sekitar terpaksa bahu-membahu memadamkan api dengan alat seadanya sembari berusaha menyelamatkan harta benda dan isi kios yang masih dapat diselamatkan.

Api baru bisa dipadamkan sekitar dua jam kemudian sekitar jam 04.30 pagi. Setelah mobil damkar datang kembali ke lokasi kejadian dan langsung menyemprotkan air ke titik api meskipun kios yang terbakar sudah cukup banyak.

“Seharusnya mobil damkar itu standby, jangan sampai dak do aer macam ini. Kalau tadinyo ado aer, mungkin kebakaran dak separah ini,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.

Sementara itu, pihak kepolisian belum dapat mengetahui secara pasti penyebab kebakaran, karena polisi masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik dari Palembang.

Kapolres Sarolangun AKBP Mintarjo melalui Kabag Ops Kompol Eduard Pardede menegaskan, dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa sama sekali meskipun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Polres belum bisa memastikan penyebab kebakaran karena kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim forensik. Saat ini anggota kepolisian sudah mengamankan TKP dan meminta keterangan dari para saksi,” ujar Eduard.

Hingga kemarin sore, warga Pasar Sarolangun masih cukup ramai melihat-lihat ke lokasi kebakaran dan para pemilik kios terus berdatangan dari pagi hingga sore memeriksa kios mereka sambil berusaha menyelamatkan barang dagangan yang mungkin masih bisa diselamatkan.

Di sisi lain, sejumlah kios yang terletak tidak jauh dari lokasi kebakaran masih terlihat tutup untuk sementara dan belum beroperasi.

Untuk meringankan beban penderitaan korban kebakaran, pemkab langsung menurunkan dan memberikan bantuan kepada korban kebakaran berupa sembako yang terdiri dari beras sebanyak 750 kilogram, 40 mi instan, sarden serta satu set Famili Kit.

Bantuan tersebut langsung diserahkan oleha Wakil Bupati Sarolangun Cek Endra dan Sekretaris Daerah M.Basyari.

Selain memberikan bantuan berupa sembako, pemkab juga berjanji akan segera membantu membersihkan puing-puing sisa kebakaran sehingga para pemilik tanah dapat segera membangun kembali kios-kios yang terbakar.

“Kita juga akan memberikan bantuan untuk membersihkan puing-puing kebakaran,” kata M Basyari.

Ketika disingung mengenai bangunan kios ayang terbakar, sekretaris daerah mengatakan, bahwa kios-kios yang terbakar tersebut merupakan milik pribadi dan tidak ada bangunan pemerintah, untuk sementara para pedagang akan dipindahkan ke lokasi Pasar Bawah agar mereka dapat beraktifitas seperti biasanya, sembari dibangun kembali kios-kios tersebut oleh pemilik tanahnya.

“Kalau kita lihat bangunan tersebut merupakan bangunan pribadi, dan tidak ada bangunan pemkab, makanya jika mereka mau dipindahkan akan kita pindahkan ke lokasi Pasar Bawah agar mereka dapat tetap beraktifitas seperti biasanya,” katanya.

Mayoritas para pedagang yang mengalami musibah kebakaran tersebut menyewa kios kepada pemiliknya. Sementara itu DPRD Sarolangun juga memberikan bantuan berupa sembako yang langsung diberikan oleh Ketua DPRD Sarolangun Susi Afrianti yang dipusatkan di kantor Lurah Sarolangun.(*)

Sumber: http://jambi-independent.co.id

Comments
  1. dinda kanya says:

    meskipun itu merupakan bangunan pribadi, seharusnya ada bantuan dana bagi yang mengalami musibah tersebut.. apa salahnya pemda memberikan subsidi.. jangan hanya menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak berguna, seperti menjadikan HBA sbg gub jambi,, atw yg lainnnya…..

    mudah2n uang masyarakat yg trpakai oleh tim pemda akan mnyengsarakan dirinya beserta keluarganya.. amiiiin

  2. roland says:

    gimana mw bangkit… dana aja gag turun,, pemda tau nya hanya mungut uang dri masyarakat.. tiba ada yg kena musibah,, malah diam smua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s