1 Tahun Gempa Sumbar, ERI-JJSB "Tanam" 1.000 Pohon "Sakura"

Posted: 25/07/2010 in BERITAKU, HOT NEWS, INDONESIA HARI INI

Earthquake Research Institute (ERI), lembaga penelitian dan pengabdian di University Of Tokyo, Jepang bekerja sama dengan Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB) akan melakukan aksi “penanaman” 1.000 pohon “sakura”. Kegiatan itu, diadakan memperingati satu tahun gempa Sumbar 30 September 2009.

Rencana tersebut disampaikan Dr.Megumi Sugimoto, tim leader lembaga tersebut dalam pertemuan dengan Koordinator JJSB John Nedy Kambang, Sabtu (24/7/2010) di Sekretariat JJSB, Jalan Batang Gadis No.17, Kawasan GOR H.Agus Salim Padang.
Dr.Megumi datang ditemani staf PR KOGAMI Dian Noviany. Sementara John Nedy Kambang didampingi Sekretaris JJSB Robie Cahyadi. Pada kesempatan itu, Dr.Megumi mengajak JJSB untuk terlibat dalam program tersebut.

Menurut Dr.Megumi, aksi 1.000 pohon “sakura” tersebut merupakan rangkaian peringatan tiga bencana gempa dan tsunami yang pernah melanda Jepang dan Indonesia.

Yaitu, gempa Kobe, 17 Januari 1995 dengan korban tewas lebih dari 4.000 orang, gempa dan tsunami Aceh 26 Desember 2004 dengan korban ratusan ribu orang, dan gempa Sumatra Barat 30 September 2009 yang menyebabkan seribu orang lebih tewas.

Rangkaian peringatan gempa-tsunami ini akan dimulai di Padang dan Padangpariaman (Sumbar), pada 30 September 2010 mendatang, lalu dilanjutkan di Banda Aceh pada 26 Desember dan 17 Januari di Kota Kobe, Jepang.

Dalam setiap peringatan, akan dibagikan 1.000 lembar kertas kuning anti-air kepada 5.000 pelajar SMP dan SMA di Sumbar dan dari Kobe Jepang.

“Di atas kertas tersebut para pelajar menulis kisah yang dialaminya saat gempa 30 September 2009 terjadi serta harapan mereka terhadap penanggulangan bencana di kemudian hari,” kata Megumi.

Kertas-kertas yang telah ditulisi kisah dan harapan tersebut kemudian dirangkai menjadi “bunga sakura”. Setiap “bunga sakura” dibentuk dari lima kertas kuning berisi pesan para pelajar sehingga berbentuk bunga dengan lima kelopak.

Dengan demikian dari 5.000 kertas pesan itu akan dirangkai menjadi 1.000 bunga “sakura” yang pada peringatan satu tahun gempa Sumbar pada 30 September 2010 akan ditanam di Ruang Terbuka Hijau, Imam Bonjol Padang.

Setelah peringatan, para pelajar mencabut kembali “bunga sakura” itu dan menanamnya kembali disekolah masing-masing.

Koordinator JJSB, John Nedy Kambang, menyambut baik rencana aksi tersebut. “Sebagian orang mungkin tak ingin mengingat kembali peristiwa 30 September 2009 itu, dengan alasan trauma. Tapi peringatan seperti ini merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan, sebagai pengingat bahwa gempa besar pernah terjadi di sini,” katanya.

“Tujuannya, agar masyarakat bisa mengantisipasi kemungkinan terburuk dari sebuah bencana dan menjadi pelajaran untuk lebih waspada terhadap bencana,” tambah Koresponden Trans TV ini.(*)

Sumber: www.padang-today.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s