Dua Pekan jadi Gubernur, HBA Langsung Rombak Kabinet

Posted: 15/08/2010 in BERITA PROVINSI, KABA KAMPUNG KITO

Baru dua pekan menjabat sebagai Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA) langsung merombak jajaran pejabat di lingkup Pemprov Jambi. Kemarin (12/8) pagi, enam pejabat dilantik oleh Wakil Gubernur Fachrori Umar.

Dari empat pejabat baru itu, dua di antaranya di-drop dari Pemkab Sarolangun. Selain melantik, HBA juga mencopot Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi Nino Guritno, dengan alasan pensiun. Padahal, dari database kepegawaian, masa perpanjangan pensiun Nino berakhir pada 1 Januari 2010, setelah dua kali perpanjangan oleh Gubernur Jambi terdahulu Zulkifli Nurdin.Dikonfirmasi soal Nino yang “dipensiunkan”, HBA membantah dengan diplomatis. Katanya, tidak ada maksud mempercepat pensiun Nino. Pertimbangan yang dipakainya, yakni dari produktivitas kerja. “Kalau sudah mendekati pensiun, kemauan untuk turun ke lapangan, mengawasi proyek di lapangan kan sudah kurang. Padahal gerak Kadis PU di lapangan harus optimal,” jelasnya.

Atas dasar itu, dia memilih Achmad Djunaidi, Sekretaris PU untuk menggantikan posisi Nino. Tujuannya, supaya gerak PU bisa terus terjaga hingga mendapat pejabat definitif. Sayang, ditanya siapa Kadis PU Provinsi definitif yang disiapkannya, HBA tak menjawab. HBA langsung mengakhiri pembicaraan soal pelantikan pejabat tersebut.

Siang itu, HBA memberikan keterangan pers agak lain dibanding ZN. Di koridor lantai 2 menuju ruang rapat gubernur, satu mimbar didirikan menghadap pintu. HBA berdiri di mimbar itu, menghadap microphone, lalu menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan kalangan pers. “Tanyakan sama dia,” ujar HBA, seraya menunjuk M Taufik, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Jambi ketika ditanya siapa yang menggagas jumpa pers seperti itu.

Untuk diketahui, dua dari enam pejabat yang dilantik kemarin, ditengarai adalah tim sukses HBA pada pilkada gubernur beberapa waktu lalu. Yakni Syahrasaddin dan Alharis. Kedua pejabat ini sebelumnya bertugas di Pemkab Sarolangun. Syarasaddin menjabat Kepala Bappeda Sarolangun sementara Alharis sebagai kabag di Bappeda Sarolangun.

Kini, Syarasaddin diberi posisi empuk sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Provinsi Jambi, menggantikan Zuhi Ashran yang sudah pensiun. Sedangkan Alharis, menjabat sebagai Kabag Rumah Tangga Biro Umum Setda.

Rusdiansyah, yang sebelumnya menduduki kursi Kabag Rumah Tangga, digeser menjadi Pj Kabid Perhubungan Udara, Pos dan Telekomunikasi Dinas Perhubungan Provinsi Jambi.

Seorang pejabat yang nonjob pada masa kepemimpinan Gubernur ZN, Akmal Thaib, kembali diberi posisi oleh HBA. Akmal kini menjabat sebagai Pj Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan. Ini mementahkan rumor yang menyebut, Akmal Thaib sebagai salah satu calon kuat Kadis PU Provinsi Jambi definitif.

Wakil Gubernur Jambi Fahrori Umar, usai melantik keenam pejabat membantah bahwa yang dilantik adalah tim sukses HBA-FU. Menurutnya, pengangkatan keenam orang itu sudah sesuai kompetensi dan profesionalisme kepegawaian.

“Mungkin itu kebetulan, yang jelas, kompetensinya bisa dipertanggungjawabkan. Waktu kampanye, Pak Gubernur pernah bilang akan ada reward (apresiasi) bagi mereka yang sukses dalam melaksanakan tugas,” beber Fachrori.

Benarkah sudah sesuai prosedur? Sementara, dari surat keputusan (SK) gubernur nomor 821.22/476/BKD tentang pelantikan, Syahrasaddin dan Alharis tercatat sebagai staf Setda Provinsi Jambi. Sementara, sebelum dilantik, dua orang itu masih tercatat sebagai pejabat aktif di Pemkab Sarolangun.

Ditanya soal ini, wagub tak menjawab. Ketika ditanya kapan pelantikan selanjutnya dilaksanakan, Fachrori memberi gambaran tegas. “Sejauh ini belum ada rencana pelantikan. Tapi nanti kita akan isi jabatan-jabatan yang kosong agar pemprov bisa berjalan maksimal,” terangnya.

Syarasaddin selaku Pj Kadipenda Provinsi Jambi sempat memberi keterangan pers usai dilantik. Menurutnya, pelantikan dirinya sebagai kadipenda adalah hal biasa. “Jabatan adalah amanah,” katanya.

Program kerja yang segera dilakukannya, yakni menangani persoalan pendapatan daerah. Apalagi DPRD Provinsi Jambi sudah membuat pansus. “Harus bersama-sama,” bebernya soal rencana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Jambi di masa datang.

Nino Guritno, hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Dihubungi ke ponselnya, Nino tak menyahut. Dikirimi pesan singkat, pejabat yang dikabarkan paling dekat dengan ZN ini tak membalas.

Kabarnya, setelah pelantikan enam pejabat kemarin, dalam waktu dekat HBA juga akan melakukan perombakan kabinet secara besar-besaran. Namun, ketika dikonfirmasi, HBA tidak membenarkan maupun membantahnya. Dia hanya menjawab diplomatis. HBA mengaku belum bisa menjanjikan kapan pelaksanaan pelantikan. “Hingga kini belum ada bicara perombakan, terkecuali yang sifatnya mendesak. Misalnya, pejabat tersebut meninggal dunia dan atau mengundurkan diri atau memasuki masa pensiun,” katanya.

Sebelumnya HBA sempat mengatakan belum merancang susunan kabinet. “Yang jelas, saya akan mencari yang profesional dan memiliki kemampuan untuk bekerja. Makanya saya melihat kinerja yang sudah dilakukannya,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Selain itu, juga melihat potensi dan pendidikan. Dan dalam proses pengangkatan pejabat baik eselon II hingga IV, perlu mekanisme, yakni melalui baperjakat. “Di sisi lain, tentu kita juga akan melihat orang-orang terdekat, namun harus sesuai dengan persyaratan dan kemampuan yang dimiliki,” sambungnya.

Apakah sudah ada nama-nama dan kriteria pejabat yang akan mengisi kabinet? “Untuk nama nama sudah ada. Yang jelas kriterianya harus punya kompetensi dan loyal,” jawabnya.

Sementara, dari beberapa informasi yang dikumpulkan menyebutkan beberapa nama yang diprediksi masuk dalam struktur kabinet HBA-Fachrori.

Yakni Erwan Malik diprediksi sebagai Sekda Provinsi Jambi. Ivan Wairata Kadis Kimpraswil, Hefni Zen Kadis Pendidikan, Erman Rahim Kadis Pertanian, Fauzi Anshori Kepala Bappeda, dan Ali Lubis Kadis Perkebunan.

Berikutnya, Budidaya kabarnya masih dipercaya memimpin Dinas Kehutanan. Lalu, Andi sebagai Kadis Kesehatan, Muallimah Kadis Pariwisata atau Biro Pemberdayaan Perempuan, Idham Khalid Biro Kesra atau Biro Umum. Nama lain, Amir Sakib masuk dalam nominasi, akan tetapi belum diketahui persis informasi penempatannya.

Ketua Komisi I DPRD Provinsi Jambi Supriyono, menyarankan pejabat yang diangkat sebagai kepala SKPD nantinya harus sesuai dengan kemampuan dan kepangkatannnya. “Jadi bukan hanya diberikan kepada tim sukses. Tapi harus disesuai dengan bidang dan ilmu pengetahuannya. Kalau perlu ada uji kelayakannya,” kata politisi dari PAN itu, kemarin (12/8).

Disamping itu, lanjut dia, dewan juga berencana membuat peraturan daerah (perda) inisiatif dewan terkait masalah kompetensi pejabat. Perda itu nantinya untuk menghindari adanya “pangkat naga bonar”. “Namun ini baru rencana. Kita melihat dan yakin percaya, kepada gubernur yang baru ini memiliki pengalaman dan kompetensi untuk memilih perangkatnya,” ungkapnya.

Untuk itu, lanjut dia, sebagai lembaga kontrol, anggaran dan legislasi, diharapkan setiap SKPD saling bersinergi baik dengan SKPD kabupaten/kota maupun lembaga atau dinas instansi lainnya. Dia mencontohkan, setiap SKPD provinsi nanti bertugas sebagai koordinator SKPD kabupaten/kota. “Artinya, kepada HBA hendaknya menentukan kepala SKPD yang lebih berwawasan, SDM pengalaman yang sudah teruji, dan kemampuan yang tinggi. Sehingga program SKPD tidak tumpang tindih dengan program yang ada di kabupaten/kota,” katanya. (*/roz)

sumber: jambi independent

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s