Mudik Lebaran di Jambi, Waspadai 65 Titik Rawan!

Posted: 30/08/2010 in BERITA PROVINSI, KABA KAMPUNG KITO

Para pemudik yang akan merayakan Idul Fitri 1431 H wajib mewaspadai tak kurang 65 titik rawan di sepanjang jalan di Provinsi Jambi.

Titik rawan ini mulai dari rawan kriminalitas, rawan longsor hingga rawan kemaceten. Data yang dihimpun Jambi Ekspres 65 titik rawan tersebut yakni, rawan kecelakaan terdapat di Jalan Lintas Sumatera yaitu di Km 14-15 Tembok Cina Pelawan Singkut, Km 7 Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan, Km 10 Desa Sungai Baung Kecamatan Sarolangun, Km 18-26 di Desa Limbur Tembesi, dan Km 59 Desa Taman Dewa Kecamatan Mandiangin.

Sedangkan rawan kriminalitas di sepanjang ruas jalan Tembesi-Sarolangun yaitu Desa Gurun Tuo dan Desa Rangkiling Kecamatan Mandiangin. Kecamatan Singkut di Tembok Cina, dan pusat kota.

Untuk rawan langsor, katanya lagi, hanya terdapat di dua titik yakni menuju Kecamatan Batang Asai dan Bukit Bulan Kecamatan Limun. “Sebelum dilakukan operasi ketupat, terlebih dahulu digelar operasi cipta kondisi Siginjai 2010 dengan sasaran pelaku terorisme, Curas, Curat, Curanmor, peredaran narkotika, petasan, dan kelangkaan sembako/BBM,’’sebut Mintarjo, Kapolres Sarolangun kepada koran ini kemarin.Di  Kabupaten Merangin daerah kategori yakni, Simpang Bukit Indah, Simpang Limbur dan Simpang Seling. ‘’Untuk daerah ini, kami minta pengendara kendaraan untuk berhati hati dan tidak memacu kendaraannya dalam kecepatan tinggi,’’ungkap Kapolres Merangin AKBP V Bagas Uji Nugroho melalui Kabag Ops Polres Merangin Kompol Dadang Joko.

Sedangkan untuk daerah yang terbilang rawan kemacetan adalah didaerah Pasar Bawah Bangko. Disamping jalan ini kecil, H-7 diperkirakan aktivitas di pasar ini akan meningkat, sehingga menimbulkan kemacetan.

Kalau untuk daerah rawan longsor, Dadang mengatakan, daerah yang rawan longsor adalah jalan Bangko-Kerinci tepatnya dari Kecamatan Sungai Manau sampai Muara Imat. Daerah ini juga disinyalir rawan kejahatan. Pasalnya, jalan yang kecil dan berliku serta masih hutan ini menjadi tempat yang bagus untuk para penjahat beraksi.

“Jalan ini yang rawan longsor, terlebih lagi saat ini musim hujan,’’katanya.

Ada juga beberapa titik yang di perkirakan pada saat menjelang lebaran menjadi rawan pelanggaran. Untuk titik rawan pelangaran  di perkirakan bakal terjadi di pasar bawah bangko JL propesor M Yamin, jalur tiga bangko jalan jendral sudriman KM 1.

Sementara itu, guna untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik yang  akan berlebaran bersama dengan keluarganya, Polres Merangin akan mendirikan Pos Pengamanan Ketupat 2010.

Rencana pendirian Pos Pam Ketupat 2010 akan di bentuk di beberapa titik. Untuk pos pam ketupat akan di dirikan di beberapa titik di jalan lintas sumatera.

“Rencana pendirian Pos Pam akan kita buat di beberapa titik, seperti Pos Pam 1 berada di samping SMU 6, Pos Pam 2 berada di depan Arboretum Dusun Mudo KM 8, Pospam 3 di Margoyoso KM 32, Pos Pam 4 di Pasar Pamenang KM 33 dan Pos Pam 5 berada di depan rumah makan Guguk KM 30,’’jelas Dadang.

Di Muarojambi sendiri terdapat tiga titik rawan. Diantaranya, Jaluko, Bukit Baling dan Tempino.

“Jalan ini merupakan jalan poros yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas,’’ tutur Kasat Lantas, AKP Doni Wahyudi.

Selain rawan kecelakaan, ketiga jalan tersebut selain rawan kecelakaan juga rawan akan terjadinya kelongsoran. Sebab tebing jalan yang cukup tinggi. Apalagi  di musim hujan, guna menghindari hal yang tidak diinginkan, Sat Lantas Polres Muarojambi mendirikan tiga pos pengamanan. Hal ini dikatakan Kasat Lantas Muarojambi, AKP Doni Wahyudi, kepada wartawan diruang kerjanya kemarin.

Setiap pos, lanjutnya,  akan ditempati petugas gabungan. lebih lanjut Kasat mengatakan, pihak saat ini juga susah melakukan penertiban surat-surat kendaraan bermotor.

‘’Razia sudah kita lakukan setiap hari, Setiap kendaraan kita periksa kelengkapan surat-suratnya seperti STNK SIM sedangkan untuk kendaraan kelengkapnya meliputi kaca spion dan helm,” kata Kasat. Semua kendaraan yang dikenai razia langsung kena tilang. ”UU 22 sudah pernah kita sosialisasikan. Jadi warga yang tidak lengkap kita tilang.Dan mengenai denda yang dikenakan diatur pengadilan kita hanya menilang,” sebut Kasat.

Dari Tanjabtim juga dilaporkan ada beberapa titik rawan kecelakaan. Diantaranya, sepanjang jalan KM 9 Bukit Tempurung Kecamatan Mendahara Ulu, serta di jalur jalan aspal PT Petro China.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Drs Budi Wasono MH melalui Kasat Lantas AKP Mujiono menjelaskan, ditetapkannya KM 9 Bukit Tempurung itu sebagai jalur rawan lakalantas karena kondisi jalan dalam keadaan rusak.

Selain itu, juga  tikungan saat penanjakan atau penurunan serta jarak pandang yang sangat pendek akibat dikanan kiri jalan perkebunan warga. Sedangkan di jalur PT Petro China itu sering terjadi lakalantas karena kelalaian pengendara sepeda motor atau mobil. Pasalnya bila melintasi jalur PT Petro China ini, pengendara sering lupa diri menancap gas karena jalur itu merupakan track lurus dan jalannya lebih mulus. Beda dengan jalan aspal yang dibangun oleh pemerintah yang permukaannya dihiasi lubang-lubang. ‘’Untuk mengantisipasi terjadinya lakalantas dititik rawan lakalantas itu, kami mengadakan patroli dititik-titik tersebut. Kemudian himbauan melalui spanduk yang dipasang didekat titik rawan itu,” ungkap Mujono.

Di Tebo sendiri ada lima kecamatan yang merupakan titik rawan. Untuk mengatasi ini Dinas Perhubungan Kabupaten Tebo akan mendirikan  Dua Pos penjagaan pengamanan arus mudik lebaran di kecamatan yang dianggap paling rawan. Dalam rencananya nanti pos penjagaan tersebut akan di tempatkan depan terminal baru Muaratebo dan Depan terminal baru Rimbo Bujang.

“Ada beberapa titik yang kita anggap paling rawan untuk kabupaten Tebo, yaitu di jalan lintas Tebo tepatnya di depan gerbang RSUD STS kabupaten Tebo, pal 12 depan gerbang perkantoran, Rimbo Bujang, Tebo Ilir dan rimbo Ilir,” Ujar M Kuris, Kabid Lalin Dishub Kabupaten Tebo.

Menurut M Kuris, sejumlah Titik rawan kecelakaan yang ada di Kabupaten Tebo saat ini disebabkan oelh faktor yang berbeda. Untuk Kecamatan Tebo ilir dan Tengah ilir, penyebab utama kerawanan adalah kondisi jalan dengan tikungan yang cukup tajam. Selain itu, ditambah dengan padatnya arus mudik nantinya.

Sedangkan untuk Kecamatan Rimbo Bujang faktor penyebab sering terjadinya kecelakaan lebih dikarenakan padatnya lalu lintas dikawasan tersebut.

Kita akan dirikan pos penjagaan tujuh hari sebelum dan sesudah lebaran,” tuturnya.

Sementara Itu kapolres Tebo melalui Kasat Lantas AKP Evandri mengatakan, untuk menghadapi arusmudik lebaran jajran Polres Tebo akan membuat Empat Pos pengaman diwilayah Timur barat serta Titik sentral di Polres Tebo sebagai Pos Utama.
“Kita akan Tempatkan empat Pos nantinya, yaitu di kecamatan Tebo Ilir bertempat Di sungai bengkal, yang nantiya mencakup wilayah Kecamatan Tebo ilir dan Kecamatan Tengah Ilir, selain di Tebo Ilir akan didirikan pos di Pal 12, perbatasan damasraya dan Tebo, serta Rimbo Bujang,” ujarnya.

Dari Kerinci dilaporkan bahwa Polres Kerinci menyiapkan 4 pos Simpatik untuk melakukan pengamanan saat arus mudik lebaran.    Kapolres Kerinci AKBP M Rosidi, SIk melalui Kabag Ops, AKP Budi S menyebutkan bahwa saat ini sudah disiapkan 4 Pos Simpatik.4 pos simpatik yang sudah disiapkan tersebut masing-masing di Muara Imat, Kota Sungaipenuh, Puncak, dan Kayu Aro.

“Semuanya punya karakteristik masing-masing tingkat kerawanannya, jadi harus ketat di jaga, misalnya di Kayu Aro punya banyak objek wisata, kemudian di Muara Imat jalannya yang terjal dan berbukit bukit, begitu juga dengan di kawasan Puncak perbatasan dengan Tapan,’’ jelas kabag Ops, diruangkerjanya kemarin, di damping Kasat Lantas AKP Harmain.

Dia mengatakan, mulai dari tanggal 14 Agustus lalu hingga 28 Agustus mendatang telah dilakukan Operasi cipta kondisi.

“Untuk Cipkon, anggota yang dikerahkan dari Polres sebanyak 40 anggota, Polda 30 anggota dan setiap Polsek mengerahkan anggotanya,’’ tegas Budi S.

Tidak hanya itu saja, untuk operasi ketupat, Polres Kerinci, kata dia, juga akan mengerahkan sepertiga dari jumlah anggota. ‘’Jumlah kita sebanyak 442, total personil,’’ ujarnya.

enurut dia, untuk operasi ketupat yang sprintnya dari bagian Ops masih menunggu rencana operasi. “Kalau tahun lalu sebanyak 120 personil yang kita kerahkan,’’ tegasnya Budi.

Dia juga menyebutkan bahwa, kehendak dari Polres Kerinci dalam mengelar operasi pengamanan sangat banyak. Namun hal tersebut terkendala dana dari jumlah personil yang akan diturunkan. ‘’Keterbatan personil, kita maunya banyak,’’ tandasnya.

Dari Bungo juga dilaporkan ada dua kawasan rawan Laka berada disepanjang Jalan Lintas Sumatera. Yaitu di Km 10  Dusun Sijau arah Merangin, kemudian di Km 32 Dusun Rantau Embacang. Kemudian satu lagi berada di km 12 arah Jambi, tepatnya di Dusun Kelompok Tani, Kecamatan Babeko.

“Ini data Laka pada lebaran tahun lalu. Selama 2010 ini juga banyak kasus kecelakaan pada daeah tersebut,”kata Kasat Lantas Polres Bungo AKP Morry Ermond, kemarin.

Dikatakannya, dari tiga kawasan tersebut, Km 32 Dusun Rantau Embacang tergolong paling rawan. Selama 2010 saja, jalan tersebut telah meminta korban tidak kurang dari 7 orang. Sementara angka kematian terbesar adalah ketika terjadi tabrakan antara Bus ALS dengan motor F1 Mei lalu. Laka-lantas ini merenggut tiga nyawa.

Sementara satu daerah rawan longsor berada di Dusun Lintas Sari Pal 18 Kecamatan Pelepat Ilir, menuju Merangin. Di kawasan tersebut terdapat sebuah bukit yang rawan longsor terutama saat musim hujan.

“Juni lalu sempat terjadi longsor di daerah tersebut. Waktu itu jalan sempat macet,”kata Kadis Perhubungan Syahriruddin, kemarin.

Dikatakannya, Dishub telah memasang rambu-rambu pada sepanjag jalan tersebut. Untuk itu pengguna diminta hati-hati, karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui.

Kapolsek Pelepat IPTU Rivanda juga mengatakan, selama mudik lebaran pihaknya akan mendirikan pos Polisi di Km 31. Kemudian warga juga bisa langsung melapor ke kantor Polsek yang berada di Km 30.

Dilain pihak Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Yoce Marten mengatakan, untuk kasus kejahatan disepanjang jalan lintas, baik saat lebaran tahun lalu, maupun selama 2010 ini hampir tidak ada. Hanya saja pihanyak menghimbau agar warga hati-hati saat melewati kawasan kota , khususnya dikawasan pasar atas. Karena selama ini di lokasi tersebut sering terjadi Pencurian dengan Kekerasan (Curas).

“Kita minta pengguna jalan unuk waspada saat melintasi Kota Bungo. Karena bisa saja suatu saat kawanan maling beraksi,” katanya.

Dari Tungkal juga dilaporkan ada beberapa titik rawan itu terdapat di jalur Jambi-Kualatungkal dan Jalan Lintas Timur, meliputi rawan kecelakaan, rawan longsor, rawan kriminilitas, serta rawan macet. Berdasarkan peta resmi jalur Lebaran yang bakal ditetapkan, rawan kecelakaan terdapat di delapan titik, di antaranya jalan Jambi-Kualatungkal tepatnya di DesaLubuk Kambing, Desa Pelabuhan Pematang Lumut dengan tipe jalan rusak dan bergelombang. Sedangkan di Jalan Lintas Timur, titik rawan kecelakaan berada di Desa Dagang, Km 149, Km 124, Desa Suban, Desa Taman Raja, dan Merlung.

Data rawan macet terdapat di jalur dua Jambi-Kualatungkal, yakni di Kecamatan Betara, tepatnya di Parit Atong dan Parit Yakub, serta Kecamatan Beram Itam, tepatnya di Sungai Saren. Sementara data rawan kriminalitas terdapat di Kecamatan Tungkal Ilir, tepatnya di Jalan Kelapa Gading, dengan tipe kriminilitas pencurian dengan pemberatan dan penganiayaan berat.

Selain itu, di Kampung Nelayan, Parit 3 dan 4 dengan tipe kriminiltas narkoba serta pencurian dengan pemberatan. Kemudian di Desa Serdang Jaya, Kecamatan Betara, rawan curanmor. Desa Dusun Mudo, Kecamatan Merlung, rawan curanmor; SP 3 dan SP 8 rawan curas. Kecamatan Tungkal Ulu, tepatnya di Desa Suban, rawan curas dan narkoba; dan Desa Tebingtinggi rawan anirat dan narkoba.

Kapolres Tanjab Barat AKBP Irawan David Syah melalui Kabag Ops Kompol Edi Anwar, baru-baru ini menjelaskan titik rawan kecelakaan dengan klasifikasi tikungan serta turunan tajam. “Dalam mengantisipasi hal-hal tersebut, kita akan menyiapkan tujuh pos pengamanan. Jumlah personel dua per tiga kekuatan,”ujarnya.

Dia menjelaskan, tujuh pos itu bakal disiapkan di Jalur Lintas Timur. Tiga pos di Desa Suban, Merlung, dan Taman Raja. Sedangkan di jalan Jambi-Kualatungkal ada tiga pos, di antaranya di Pematang Lumut. Sedangkan di dalam kota disiapkan dua pos, yakni di terminal dan pelabuhan.

Menurut dia, pos disiapkan untuk mengantisipasi arus mudik dan balik baik jalur darat maupun jalur air. Pos sekaligus menjadi antisipasi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat. “Di pos Suban sudah kita siapkan sepuluh personel yang dipersenjatai, karena merupakan pintu penutup indikasi kejahatan curas. Itu dilakukan karena banyak aksi kejahatan yang dilakukan di Tanjab Barat, setelah bereaksi, mereka lari ke Indragiri Hilir,” ujarnya.(yan/fah/rez/bim/ika/imm/era/tet)

Sumber: Jambi Ekspres

Comments
  1. god blog..nice info..:)
    Salam kenal ya.tetap berkarya.
    Ditunggu kunjungan baliknya.

  2. selamat pagi.salam kenal
    bwt yg mudik, slmat jalan.pererat silaturahmi dgn sanak keluarga di kampung, asal ibadahnya jgn tertinggal slm di prejalanan..
    Jgn lupa bawa oleh2 mudik.cari yg murah namun unik,exklusif dan ga banyak dipasaran,mampir saja ke blog saya utk melihat2 koleksi oleh2nya, muda2an bisa membantu anda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s