Perampok Pakai Mobil Pelat Merah dan Senpi Mainan

Posted: 31/08/2010 in BERITA PROVINSI, HOT NEWS

Kawanan penjahat makin merajarela di Jambi. Berbagai cara mereka lakukan agar aksinya bisa berjalan mulus. Selain dilengkapi senjata api (senpi), kawanan bandit itu juga menggunakan mobil pelat merah (dinas).  Aksi perampokan dengan modus terbilang baru inilah yang terjadi di rumah Benhard Panjaitan, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi Jambi, Minggu (29/8) sore lalu.

Untuk mengelabui korban, perampok yang berjumlah empat orang itu secara terang-terangan mendatangi rumah korban di kawasan Jl A Khatib RT 12 Pematang Sulur, Telanaipura, Kota Jambi dengan dalih bertamu. Mereka menggunakan mobil berpelat merah guna mengecoh korban. Cara itu berhasil diperankan pelaku. Korban tidak sedikit pun menaruh rasa curiga sehingga mempersilahkan pelaku masuk  ke rumahnya.

Hingga kemarin (30/8), polisi belum berhasil mengungkap identitas pelaku. Namun, polisi mengaku sudah mengetahui ciri-ciri fisik pelaku perampokan tersebut. Polisi menduga, para pelaku adalah kawanan penjahat lintas provinsi.

“Jumlah mereka empat orang. Dua orang berbadan tegap tinggi, berkulit sawo matang. Satu orang pendek hitam. Satunya lagi berambut agak putih bermuka lonjong,” ungkap Hendrik Silitonga, Kasubnit Reskrim Polsek Telanaipura, kepada Jambi Independent, kemarin (30/8).

Menurut pengakuan Benhard kepada polisi, peristiwa itu terjadi Minggu (29/8) lalu sekitar pukul 18.00, menjelang buka puasa. Saat peristiwa itu terjadi, Benhard Pandjaitan dan dua orang anak perempuannya serta pembantunya sedang berada di rumah. Sementara istrinya sedang berada di Jakarta.

Awalnya, Benhard yang tak merasa curiga membukakan pintu setelah terdengar ada orang mengetuk pintu. Setelah pintu dibuka dia pun langsung ditodong pakai pistol. Lantaran meyakini pistol yang dibawa pelaku mainan, Benhard sempat melakukan perlawanan. Sempat terjadi adu jotos antara Benhard dengan salah seorang pelaku. Namun, tenaga korban tak sebanding dengan pelaku yang berjumlah tiga orang itu. Pelaku pun berhasil membekap dan mengikat Benhard.

Selanjutnya, pelaku mengikat dua orang anak perempuannya yang sedang asyik duduk di ruang keluarga tanpa perlawanan dengan sumbu kompor. Sementara, pembantu korban berhasil lari menuju kamar. Di dalam kamar, pembantu itu hanya diam karena ketakutan.

Tiga dari empat pelaku masuk ke rumah dan satu lainnya menunggu di dalam mobil. Pelaku mengancam korban serta anaknya dengan pistol dan golok. Tak hanya itu, ketiganya juga disekap di sebuah kamar dan diawasi seorang perampok. Sementara dua perampok di dalam rumah dengan leluasa menguras harta milik Benhard.

Pelaku berhasil mengambil laptop di kamar lantai dua. Sementara, handphone didapat pelaku dari Benhard dan kedua anaknya setelah mereka digeledah. Belum tuntas mereka menguras harta korban, aksi pelaku diketahui warga sekitar. Pasalnya, anjing peliharaan Benhard menggonggong hebat tak seperti biasanya.

Lolongan anjing peliharaan Benhard itu membuat curiga tetangga sekitar rumahnya atas apa yang terjadi. Warga pun berinisiatif mendatangi kediaman Benhard, sekadar ingin melihat dan menanyakan apa yang terjadi. Ketika baru sampai di pintu pagar, kecurigaan warga kian bertambah, karena gerak-gerik seseorang yang sedang berada di dalam mobil Toyota Avanza berpelat merah yang saat itu sedang parkir di halaman rumah Benhard.

Selain itu, warga merasa mobil pelat merah diketahui bernomor polisi Tebo itu banyak kejanggalan. Ternyata benar, dugaan warga tidak meleset. Orang itu merupakan bagian dari komplotan perampok.

Ketika warga hendak mendekat ke rumah korban, seorang pelaku yang saat itu bertugas menunggu di dalam mobil langsung keluar menemui mereka sambil mengacungkan golok. Karena takut dibacok, mereka pun lari tunggang langgang.

“Sebenarnya, perampok yang di dalam mobil itu juga takut melihat kami, apalagi kami ketika itu orang tiga, sementara dia sendirian. Namun, karena dia pakai golok, jadi kami lari untuk menyelamatkan diri. Setelah kami lari, kami terus memantau sambil meminta pertolongan warga lainnya,” kata RJ, tetangga korban, kemarin.

‘’Mungkin akibat kegaduhan yang terjadi di luar, pelaku lainnya yang berada di dalam rumah segera keluar. Kemudian, mereka menghidupkan mobil dan tancap gas. Sebenarnya, mobil yang mereka kendarai sempat menabrak pagar rumah Benhard. Namun, mereka berhasil lari dan kami tak mampu mengejar. Mereka berhasil lari ke arah kota,” ungkapnya.

Beruntung, Benhard sekeluarga tidak mengalami luka fisik. Harta benda miliknya pun tak sempat dikuras kawanan rampok. “Tidak ada korban yang disakiti. Paling cuma shock saja,” imbuh RJ.

Tak lama setelah kejadian berlangsung, beberapa aparat Polsek Telanaipura mendatangi lokasi kejadian. Dan langsung melakukan olah TKP. “Kasus ini sedang dalam proses pemeriksaan intensif,” ungkap Hendrik Silitonga. Terkait mobil berpelat merah yang dipakai pelaku untuk merampok, Hendrik mengatakan pelat itu palsu. “Sudah kami cek ke Samsat Polda, ternyata palsu,” tegas Hendrik.

Kapolsek Telanaipura AKP Agus Sunarno, ketika ditemui di ruang kerjanya kemarin (30/8), menjelaskan kasus perampokan yang menimpa warga Jalan A.Khatib ini masih dalam penyelidikannya. Namun, dugaan sementara aksi kawanan perampok bersenjata itu melibatkan orang dekat karena mengetahui kondisi rumah korban.

“Pelaku disinyalir sudah mengamati rumah korban sejak lama,” tukasnya. Petugas berhasil menemukan sejumlah barang bukti, seperti sumbu kompor dan lakban yang diduga digunakan untuk menyekap korban yang ditemukan di lokasi kejadian. Kapolsek Telanaipura juga mengimbau agar warga masyarakat meningkatkan kewaspadaannya terhadap aksi-aksi perampokan dengan segera melapor ke polisi jika melihat gelagat orang yang dicurigainya.

“Kami telah melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Sejumlah saksi yang mengetahui kejadian tersebut telah dimintai keterangan. Kini kami sedang memburu empat pelaku yang sudah diketahui ciri-cirinya itu,” ujarnya.

Sementara itu, Benhard tidak mau ditemui. Ketika Jambi Independent menyambangi kediamannya kemarin (30/8), hanya berhasil menemui salah satu anggota keluarganya yang juga tak mau banyak berkomentar.

Pantauan di lapangan, kediaman Benhard yang sekelilingnya dipagar setinggi sekitar dua meter itu terlihat sepi. Tampak seorang wanita berkulit putih memakai kaos warna kuning sedang menyapu halaman rumah yang cukup luas itu. Di bagian belakang rumah korban ada sebuah mobil warna hitam sedang diparkir.

“Maaf Mas, Bapak sedang istirahat. Belum bisa diganggu,” kata seorang pria berperawakan jangkung yang tak mau namanya disebut, sejurus kemudian mempersilahkan Jambi Independent pergi dengan mimik kurang bersahabat.

Warga Makin Resah

Maraknya aksi perampokan akhir-akhir ini membuat warga Kota Jambi resah. Apalagi, para pelaku perampokan itu  biasanya dilengkapi senjata api dan tidak segan-segan melukai korbannya.

“Pasti resahlah. Coba bayangkan mereka datang langsung ke rumah warga, bagaimana coba? Kalau saya menduga, yang punya senjata kan oknum polisi dan oknum TNI dan mereka yang dilatih cara menembak. Ditambah lagi, modus yang digunakan perampok saat ini cukup lihai dan banyak macamnya,” kata salah seorang warga RT 12 Telanaipura yang enggan disebutkan namanya, kemarin (30/8).

“Banyaknya kasus perampokan yang terjadi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa keamanan yang diharapkan warga dan masyarakat belum terpenuhi. Keamanan di tengah masyarakat belum terjaga dengan baik, karena masih banyaknya terjadi  kasus perampokan bersenjata api, termasuk di rumah pejabat,” kata pria berkulit sawo matang itu.

“Sekarang jadi takut mau ke mana-mana bawa uang. Soalnya uang enggak ada Rp 5 juta saja bisa jadi incaran perampok. Yang paling ngeri, karena pelakunya selalu membawa senjata api atau senjata tajam dan langsung mendatangi rumah dengan modus bertamu dan lainnya,” beber pria yang mengaku bekerja sebagai wiraswasta itu.

Dia meminta kepada aparat kepolisian untuk cepat mengungkap kasus perampokan bersenpi yang terjadi di rumah pejabat Dinas PU Provinsi Jambi itu. Warga RT 12 Kelurahan Pematang Sulur, Muhammad Rejo, mengimbau kepada seluruh warga masyarakat sekitar untuk tidak bepergian dengan menggunakan sepeda motor sendirian di jalanan yang sepi, atau di malam hari.  “Saya berharap, kepada warga, khususnya RT 12 untuk ekstra waspada dan hati-hati,” sarannya.

Selain itu, dia juga meminta aparat kepolisian untuk melakukan tindakan preventif, agar kejadian serupa tidak terulang. Karena akibat aksi itu, warga lainnya ikut resah dan tidak nyaman. “Bisa jadi ada masyarakat yang tidak melaporkan kejadian perampokan, jambret ataupun lainnya karena tidak ada bukti yang mau dilaporkan. Hanya saja, kita berharap ketegasan dari aparat kepolisian, untuk memberikan rasa nyaman kepada warga,” katanya.(cr03)
 

Sumber: Jambi Independent

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s