Wisata Goa Calo Petak Limun, Kaya Potensi Walet

Posted: 07/09/2010 in KABA KAMPUNG KITO

Sejak ditemukan sekitar tahun 1933, Goa Calo Petak di Kabupaten Sarolangun menjadi objek wisata alam yang memiliki karakteristik dan keunikan tersendiri. Seperti apa?

Secara geografis, objek wisata Goa Calo Petak masuk ke dalam wilayah RT 03 Desa Meribung, Dusun Sungai Beduri, Kecamatan Limun, Sarolangun.

Dan menurut etimologi bahasa, goa yang mengelilingi Desa Meribung ini berasal dari kata “Colau” yang berarti bukit berbatu dan “petak” yang menandakan bentuk bukit berpetak-petak segi empat.Dari mulut goa bagian hulu yang berada di Dusun Sungai Beduri, kondisi geografis dan tekstur goa yang dominan alami dengan permukaan tanah yang licin cukup menyulitkan. Apalagi panjang goa diperkirakan mencapai 1,68 kilometer.

Udara lembab dan dingin langsung terasa menyergap saat Jambi Independent menapak perlahan di dalam goa dan menuju salah satu lorong di bagian depan yang berundak-undak seperti tempat pelaminan dewa, kemarin (31/8/2010).

Harus ekstra hati-hati saat berjalan, karena gundukan batu kapur banyak melintang di sepanjang jalan goa. Jejeran stalagtit dan stalagmit nampak indah mempercantik pemandangan, terutama di dekat kelambu dewa yang berbentuk bangunan lonjong menjulang berwarna kuning pucat dan menjorok agak ke dalam goa.

Di sisi kiri, terlihat air yang memancur menembus goa. Air itu terasa segar, dingin dan bening. Ada pula kolam kecil alamiah yang kerap disebut sebagai tempat pemandian dewa.

Menurut Aziz, tokoh pemuda Desa Meribung, yang mengaku sudah berulang kali melakukan caving (penelurusan gua) ini, seluruh arsitektur yang ada di dalam Goa Calo Petak masih terjaga keasliannya dan tidak pernah dirubah-rubah oleh masyarakat.

“Semuanya alami dan bukan dibuat-buat. Di sini juga banyak burung walet yang menjadi usaha sampingan masyarakat,” paparnya.

Keindahan Goa Calo Petak, dan keunikannya masih terlalu banyak termasuk enam belas persimpangan yang ada dalam goa. “Goa Calo Petak, salah satu pintu masuknya berada di Desa Meribung dan tembus ke Desa Napal Melintang,” papar Azis, lagi.

Sementara itu, Kades Meribung Zakaria Ansori, pernah mengatakan, akan sangat mendukung apabila Goa Calo Petak dijadikan salah satu tempat tujuan wisata alam.

Meski begitu, dia meminta Pemkab Sarolangun agar memperbaiki infrastruktur jalan menuju Goa Calo Petak karena kondisi jalan sudah mulai hancur dan berlubang-lubang. “Kerusakan jalan banyak sekali, mulai dari di Desa Panca Karya, Lubuk Bedorong, hingga ke Desa Meribung kondisi jalannya sudah mulai hancur,” katanya.

Sementara itu, Kadis Budparpora Drs Joni Rusman, menegaskan komitmennya untuk menjadikan Goa Calo Petak sebagai salah satu alternatif tempat wisata. “Persoalan jalan rusak ini akan kita sampaikan ke bupati,” ujar Joni.(*)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s