Tambang Emas Ilegal Makin Marak di Subdaerah Aliran Sungai

Posted: 07/11/2012 in KABA KAMPUNG KITO
Tags: , ,

Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, mengeluh kesulitan menertibkan aktivitas ratusan tambang emas ilegal karena minimnya dana. Akibatnya, tambang emas ilegal di wilayah tersebut semakin marak dalam dua tahun terakhir.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Sarolangun Thamrin, Jumat (2/11/2012), mengatakan, tim operasi penertiban penambangan emas tanpa izin (PETI) sudah terbentuk sejak 2011. Namun, saat itu upaya penertiban belum terlaksana karena ketiadaan anggaran dari daerah.

“Anggaran operasi penertiban PETI baru terealisasi tahun ini. Jumlahnya pun hanya Rp 200 juta, dinilai sangat tidak memadai. Pada tahun ini, kami praktis baru dua kali melakukan operasi,” ujar Thamrin.

Dari hasil operasi pada Oktober lalu, tim memusnahkan 25 unit tambang pasir sekaligus emas atau disebut usaha dompeng. Temuan ini pada sejumlah subdaerah aliran sungai di wilayah Sarolangun.

Thamrin mengakui tim kesulitan memberantas aktivitas tambang ilegal. Selain minimnya dana operasi, pihaknya juga mendapati sikap petambang yang cenderung anarkistis.

“Mereka selalu beralasan urusan perut dalam melaksanakan usaha ini dan cenderung antipati terhadap kami. Yang sulit jika terjadi benturan otot di lapangan,” tuturnya.

Pihaknya memperkirakan, saat ini ada sekitar 700 unit usaha yang aktif di darat ataupun air sepanjang daerah aliran sungai di wilayah Sarolangun. Sebagian penambang ilegal telah pindah ke Kabupaten Merangin setelah mendapati besarnya potensi emas di kawasan tersebut.

Sumber: KOMPAS.com —

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s